Sibolga berduka, 3 pelajar tewas tertimbun longsor

Jum'at, 04 April 2014 - 16:50 WIB
Sibolga berduka, 3 pelajar...
Sibolga berduka, 3 pelajar tewas tertimbun longsor
A A A
Sindonews.com - Masyarakat Kota Sibolga berduka. Tiga pelajar di daerah itu tewas tertimbun longsor yang menimpa empat unit rumah warga, di Jalan Sudirman, Gang Walet, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Ketiga korban yang diketahui masih bersaudara, terdiri dari Syahriana Alfi Nasution (15), pelajar SMP 5 Kelas IX, Hannum, (12), pelajar Kelas VI SD, dan Darma (10), pelajar Kelas IV SD.

Selain korban tewas, ada beberapa korban kritis. Terdiri dari Sri Poniem (14), pelajar Kelas VIII SMP 5 (sedang dirawat di RSU Meta Medika), ditambah lima orang lainnya. Terdiri dari Hasan (48) (dirawat di RSU FL. Tobing), Fariem (35) (dirawat di RSU FL. Tobing), Syahrial Nasution (49), Nurhanifah (45), dan Muhammad Syafri Tanjung (38).

Pihak kepolisian daerah setempat, hingga kini sedang menyelidiki peristiwa itu dan memeriksa beberapa orang saksi, baik saksi dari pemilik tanah, saksi dari pemilik alat berat (beko), operator beko dan warga.

Juga akan memeriksa saksi dari aparat–aparat pemerintah, termasuk saksi ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (LH). Pasalnya, bencana yang menewaskan tiga pelajar dan melukai enam orang lainnya itu, diduga diakibatkan oleh adanya aktivitas “ilegal” pengerukan perbukitan yang dilakukan oleh beko di atas lokasi kejadian.

“Sementara ini kita masih dalam pendalaman, karena diduga bencana ini diakibatkan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Tidak diperhitungkan tentang kekuatan kontur tanah dan jarak antara pemukiman disekitar proyek," ujar Kapolres Kota Sibolga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur AS, Jumat (4/4/2014).

Ditambahkan dia, pelaku bisa diancam dengan hukuman tersendiri. "Pelaku bisa ditahan atau siapa nantinya yang terlibat akan saya tahan,” tegasnya.

Dia melanjutkan, dalam kontruksi hukum tentunya, nanti akan dilihat peran masing–masing secara umum (grand) dan secara khusus, siapa yang berbuat apa, dan apa perannya masing–masing. Sehingga bisa terjadi peristiwa seperti ini. Jadi tidak bisa digenaralisir, termasuk menyalahkan pemerintah.

“Konteks seperti ini akan kita lihat kembali, apakah murni ada keterlibatan dari pihak-pihak lain atau instansi terkait yang membiarkan, atau tahu, tapi tidak mengambil langkah? Ataukah mereka sembunyi-sembunyi, atau bagaimana?" tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
51 menit yang lalu
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
51 menit yang lalu
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
1 jam yang lalu
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
2 jam yang lalu
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved