Pemalang diterpa hujan abu Gunung Slamet
Jum'at, 28 Maret 2014 - 19:33 WIB
Pemalang diterpa hujan abu Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Dua pekan lebih setelah dinaikan statusnya menjadi waspada, Gunung Slamet masih terus menunjukan aktivitas letusan dan kegempaan.
Material abu yang mengguyur daerah yang ada di kaki gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu lebih banyak.
Kepala Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sutrisno mengatakan, hujan abu yang turun lebih banyak sejak dua hari terakhir.
"Pagi tadi sudah turun hujan abu. Walaupun tidak bisa diukur sampai bersenti-senti tapi lebih banyak dan lebih jelas kalau dibandingkan hujan abu yang turun hari-hari sebelumnya," ujar Sutrisno, Jumat (28/3/2014).
Material abu dari letusan gunung tersebut terlihat menempel di kendaraan serta rumah warga.
Meski demikian aktivitas warga belum sampai terganggu sehingga belum membutuhkan masker saat beraktivitas. "Aktivitas warga sejauh ini masih normal, masih seperti biasa," timpal Sutrisno.
Desa Clekatakan merupakan salah satu desa di Kecamatan Pulosari yang letaknya paling dekat dengan puncak Gunung Slamet.
Jarak dari desa tersebut ke puncak sekira 6 kilometer. Sejak status Gunung Slamet dinaikan jadi waspada pada Senin 10 Maret 2014, warga yang tinggal di wilayah ini lebih sering mendengar suara gemuruh dari arah puncak.
Hujan abu juga kerap turun saat pagi dan sore hari. Warga di desa terdekat lainnya yakni Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Muslih, mengatakan hal senada.
"Aktivitas warga masih normal meski hujan abu semakin banyak," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Baca juga :
Merapi meletus, Slamet gempa 75 kali
Material abu yang mengguyur daerah yang ada di kaki gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu lebih banyak.
Kepala Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sutrisno mengatakan, hujan abu yang turun lebih banyak sejak dua hari terakhir.
"Pagi tadi sudah turun hujan abu. Walaupun tidak bisa diukur sampai bersenti-senti tapi lebih banyak dan lebih jelas kalau dibandingkan hujan abu yang turun hari-hari sebelumnya," ujar Sutrisno, Jumat (28/3/2014).
Material abu dari letusan gunung tersebut terlihat menempel di kendaraan serta rumah warga.
Meski demikian aktivitas warga belum sampai terganggu sehingga belum membutuhkan masker saat beraktivitas. "Aktivitas warga sejauh ini masih normal, masih seperti biasa," timpal Sutrisno.
Desa Clekatakan merupakan salah satu desa di Kecamatan Pulosari yang letaknya paling dekat dengan puncak Gunung Slamet.
Jarak dari desa tersebut ke puncak sekira 6 kilometer. Sejak status Gunung Slamet dinaikan jadi waspada pada Senin 10 Maret 2014, warga yang tinggal di wilayah ini lebih sering mendengar suara gemuruh dari arah puncak.
Hujan abu juga kerap turun saat pagi dan sore hari. Warga di desa terdekat lainnya yakni Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Muslih, mengatakan hal senada.
"Aktivitas warga masih normal meski hujan abu semakin banyak," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Baca juga :
Merapi meletus, Slamet gempa 75 kali
(sms)