Guru honorer yang mengemis ternyata seorang sarjana
Kamis, 27 Maret 2014 - 23:28 WIB
Guru honorer yang mengemis ternyata seorang sarjana
A
A
A
Sindonews.com - Rencana guru honorer yang ingin memperbaiki nasib di Jakarta, malah tertangkap ketika sedang mengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan (Satpol PP Jaksel). Belakangan diketahui, kalau pengemis tersebut ternyata mengantongi ijazah sarjana.
Wajah meneysal ditunjukan oleh DGW guru honorer asal Jawa Tengah yang tertangkap mengemis di Jakarta. Saat didata di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, DGW mengaku menyesal datang ke Jakarta.
Dihadapan petugas, DGW nekat ke Jakarta karena ingin mengadu nasib. Keberangkatannya ke Jakarta juga tidak diketahui oleh keluarganya.
"Setelah sukses di Jakarta baru saya kasih kejutan sama keluarga. Eh malah ketangkep Pol PP," tutur DGW di kantor Pemkot Jaksel, Kamis (27/3/2014).
Dia mengaku, selama menjadi guru honorer sempat kuliah dan menamatkan gelar sarjana. Namun setelah lulus tetap saja dia hanya digaji Rp150 ribu perbulannya.
"Saya kuliah dengan susah payah sampai selesai. Eh setelah selesai, gaji tidak juga naik," tukasnya.
DGW pun mengaku kapok datang ke Jakarta. Pasalnya, lantaran dirinya terjaring razia oleh petugas Sudin Sosial, keluarga di kampung turut direpotkan untuk mengeluarkan DGW dari Panti Sosial.
Baca juga:
Guru honorer terjaring razia saat mengemis
Wajah meneysal ditunjukan oleh DGW guru honorer asal Jawa Tengah yang tertangkap mengemis di Jakarta. Saat didata di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, DGW mengaku menyesal datang ke Jakarta.
Dihadapan petugas, DGW nekat ke Jakarta karena ingin mengadu nasib. Keberangkatannya ke Jakarta juga tidak diketahui oleh keluarganya.
"Setelah sukses di Jakarta baru saya kasih kejutan sama keluarga. Eh malah ketangkep Pol PP," tutur DGW di kantor Pemkot Jaksel, Kamis (27/3/2014).
Dia mengaku, selama menjadi guru honorer sempat kuliah dan menamatkan gelar sarjana. Namun setelah lulus tetap saja dia hanya digaji Rp150 ribu perbulannya.
"Saya kuliah dengan susah payah sampai selesai. Eh setelah selesai, gaji tidak juga naik," tukasnya.
DGW pun mengaku kapok datang ke Jakarta. Pasalnya, lantaran dirinya terjaring razia oleh petugas Sudin Sosial, keluarga di kampung turut direpotkan untuk mengeluarkan DGW dari Panti Sosial.
Baca juga:
Guru honorer terjaring razia saat mengemis
(ysw)