Detik-detik kepanikan warga saat Merapi bergemuruh
Kamis, 27 Maret 2014 - 18:43 WIB
Detik-detik kepanikan warga saat Merapi bergemuruh
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Merapi yang menunjukkan aktivitasnya hari ini membuat panik banyak warga. Meskipun berintensitas kecil, namun banyak warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah seperti di Desa Sidorejo, Kemalang dan Balerante. Dengan menggunakan sepeda motor dan beberapa kendaraan bak terbuka, warga nampak panik menuju ke desa-desa yang lebih aman.
Menurut Camat Kemalang Bambang Haryoko, jumlah warga yang menyelamatkan diri mencapai ribuan orang dari beberapa desa di lereng Merapi.
"Warga kemudian mengungsi ke kantong-kantong pengungsian seperti di Desa Kebondalem dan Demak Ijo. Tadi hujannya sekira lima menit dengan jangkauan abu dan kerikil mencapai 10-15 kilometer, sehingga membuat ribuan warga panik dan mengungsi,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Kendati demikian, setelah gemuruh mereda dan kondisi puncak Merapi dinyatakan aman, warga yang mengungsi berangsur-angsur kemudian kembali ke rumahnya masing-masing.
“Alhamdulilah kesadaran warga sudah meningkat dan mereka mau mengungsi, namun mereka harus tetap waspada mengingat letusan merapi sekarang tak bisa diperdiksi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, terjadi letusan Gunung Merapi atau peningkatan aktivitas seismisitas, sekira pukul 13.14 WIB. Akibat letusan ini, beberapa daerah di kawasan Merapi terjadi hujan abu.
"Terjadi peningkatan hembusan, karena adanya pelepasan gas. Saat terjadi hembusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Sekira pukul 13.30 WIB, kondisi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat juga sudah normal. Kepada masyarakat sekitar, Sutopo mengimbau, agar tetap tenang dan jangan panik.
"Hujan abu terjadi di beberapa tempat, seperti di Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Baca:
Dentuman keras terdengar berulang di Gunung Merapi
Merapi bergemuruh, warga Kaliurang siap ngungsi
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah seperti di Desa Sidorejo, Kemalang dan Balerante. Dengan menggunakan sepeda motor dan beberapa kendaraan bak terbuka, warga nampak panik menuju ke desa-desa yang lebih aman.
Menurut Camat Kemalang Bambang Haryoko, jumlah warga yang menyelamatkan diri mencapai ribuan orang dari beberapa desa di lereng Merapi.
"Warga kemudian mengungsi ke kantong-kantong pengungsian seperti di Desa Kebondalem dan Demak Ijo. Tadi hujannya sekira lima menit dengan jangkauan abu dan kerikil mencapai 10-15 kilometer, sehingga membuat ribuan warga panik dan mengungsi,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Kendati demikian, setelah gemuruh mereda dan kondisi puncak Merapi dinyatakan aman, warga yang mengungsi berangsur-angsur kemudian kembali ke rumahnya masing-masing.
“Alhamdulilah kesadaran warga sudah meningkat dan mereka mau mengungsi, namun mereka harus tetap waspada mengingat letusan merapi sekarang tak bisa diperdiksi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, terjadi letusan Gunung Merapi atau peningkatan aktivitas seismisitas, sekira pukul 13.14 WIB. Akibat letusan ini, beberapa daerah di kawasan Merapi terjadi hujan abu.
"Terjadi peningkatan hembusan, karena adanya pelepasan gas. Saat terjadi hembusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Sekira pukul 13.30 WIB, kondisi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat juga sudah normal. Kepada masyarakat sekitar, Sutopo mengimbau, agar tetap tenang dan jangan panik.
"Hujan abu terjadi di beberapa tempat, seperti di Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Baca:
Dentuman keras terdengar berulang di Gunung Merapi
Merapi bergemuruh, warga Kaliurang siap ngungsi
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
(rsa)