Dentuman keras terdengar berulang di Gunung Merapi
Kamis, 27 Maret 2014 - 18:25 WIB
Dentuman keras terdengar berulang di Gunung Merapi
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan aktivitasnya. Siang tadi, gunung tersebut kembali mengeluarkan material dalam skala kecil.
Berdasarkan pantauan SINDO, dentuman dan getaran gunung itu mulai terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Dentuman terdengar cukup keras di Desa Tlogolele, Kecamatam Boyolali.
Kendati demikian, intensitas dentuman tidak terlalu tinggi. Sehingga aktivitas penambangan di sekitar alur Kali Apu tetap berjalan seperti biasa.
“Suara dentuman terdengar berulang kali. Namun warga tidak terlalu menghiraukan, karena tidak begitu terasa,” ucap salah seorang warga, Andika, Kamis (27/3/2014).
Puncak aktivitas sendiri terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Ketika itu, terdengar suara gemuruh dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu. Gemuruh tersebut kemudian disusul dengan hujan abu dan kerikil dengan intensitas kecil dari mulut Merapi.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), embusan abu dan kerikil terjadi karena pelepasan gas.
"Saat terjadi embusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Hujan abu dikatakan Sutopo terjadi di beberapa wilayah seperti Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo dan Tlogowatu. "Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Baca:
Merapi bergemuruh, warga Kaliurang siap ngungsi
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
Berdasarkan pantauan SINDO, dentuman dan getaran gunung itu mulai terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Dentuman terdengar cukup keras di Desa Tlogolele, Kecamatam Boyolali.
Kendati demikian, intensitas dentuman tidak terlalu tinggi. Sehingga aktivitas penambangan di sekitar alur Kali Apu tetap berjalan seperti biasa.
“Suara dentuman terdengar berulang kali. Namun warga tidak terlalu menghiraukan, karena tidak begitu terasa,” ucap salah seorang warga, Andika, Kamis (27/3/2014).
Puncak aktivitas sendiri terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Ketika itu, terdengar suara gemuruh dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu. Gemuruh tersebut kemudian disusul dengan hujan abu dan kerikil dengan intensitas kecil dari mulut Merapi.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), embusan abu dan kerikil terjadi karena pelepasan gas.
"Saat terjadi embusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Hujan abu dikatakan Sutopo terjadi di beberapa wilayah seperti Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo dan Tlogowatu. "Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Baca:
Merapi bergemuruh, warga Kaliurang siap ngungsi
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
(rsa)