Rencana pembagian kartu nelayan di Jateng molor

Kamis, 27 Maret 2014 - 06:26 WIB
Rencana pembagian kartu...
Rencana pembagian kartu nelayan di Jateng molor
A A A
Sindonews.com - Rencana peluncuran kartu bahan bakar (BBM) nelayan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali molor. Program dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah sedianya akan diluncurkan Maret ini, kembali ditunda.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Lalu Muhammad Syafriadi, mengatakan kartu BBM untuk nelayan itu baru akan diuji coba awal Mei. "Pak Gub (Gubernur) mau uji coba awal Mei," katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Namun demikian, belum didapat kepastian tanggal berapa kapan uji coba itu akan dilakukan. Juga termasuk di mana akan dilakukan uji cobanya. "Tanggal dan tempat menyusul," lanjutnya.

Terdapat 158.000 nelayan yang tersebar di pantai utara dan pantai selatan. Awalnya, kartu BBM itu sesuai yang dilansir Lalu pada Selasa (25/2), akan diluncurkan di Kabupaten Demak dan Rembang pada Maret. Kartu BBM itu dimaksudkan agar para nelayan di Jawa Tengah mendapat kemudahan mendapatkan solar subsidi.

Pada kartu BBM tersebut terdapat berbagai macam data. Mulai dari identitas nelayan, ukuran kapal, kapasitas mesin, hingga alat tangkap yang digunakan. Ukuran kapal dan kapasitas mesin berguna untuk mengetahui jumlah solar bersubsidi yang diperlukan dalam sekali melaut. Kartu BBM itu terintegrasi dengan puluhan stasiun pengisian bahan bakar di Jawa Tengah.

Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, nelayan berhak mendapatkan solar subsidi maksimal 25 kiloliter per bulan. Selain PT Pertamina, PT Aneka Kimia Raya juga ditunjuk sebagai sebagai penyalur resmi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, A. Fikri Faqih, mengatakan program ini harus direalisasikan, karena selain menyangkut kemudahan bagi nelayan juga merupakan janji Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kampanye calon gubernur dulu.

"Ini kan janji kampanye (Ganjar). Kalau saya sejak awal memang sudah pesimis, ini merupakan pekerjaan besar dengan berbagai problem," kata Fikri dikonfirmasi terpisah.

Problem yang dihadapi, kata Fikri, adalah data - data primer Pemprov Jateng tentang kependudukan masih belum beres. Itu bisa menyebabkan penyaluran kartu tidak tepat sasaran. "Sebagai sebuah janji, harus segera direalisasikan. Saya rasa permasahalan ada di data," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
44 menit yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
1 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
1 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
1 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
1 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved