Buru penculik bayi Polisi bentuk 3 tim khusus
Rabu, 26 Maret 2014 - 16:33 WIB
Buru penculik bayi Polisi bentuk 3 tim khusus
A
A
A
Sindonews.com - Polrestabes Bandung membentuk tiga tim khusus untuk menyelidiki kasus penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi tim ini menurutnya, terdiri dari tim Polrestabes Bandung dan Polsekta Sukajadi.
"Dari Polrestabes Bandung, dan melibatkan juga Polsek di wilayah tersebut," katanya, Rabu (26/3/2014), di Mapolrestabes Bandung.
Mashudi menuturkan, penyelidikan saat ini telah mengarah kepada perburuan pelaku, selain itu pihaknya pun akan memeriksa CCTV dari luar rumah sakit yang nantinya jika ada akan dipadukan dengan CCTV di ruang bersalin yang merekam pelaku.
"Kita juga akan cek, siapa tahu ada CCTV lain diluar rumah sakit. Misalkan CCTV di rumah-rumah atau bangunan lain di sekitar rumah sakit. Nanti semuanya akan kita padukan," katanya.
Disinggung apakah kemungkinan ada keterlibatan orang dalam, Mashudi belum dapat memastikan hal tersebut, namun pihaknya akan terus mendalami kecurigaan itu setelah mengetahui modus yang dilakukan pelaku yang pada saat kejadian berpura-pura menjadi dokter.
"Indikasi kaitan orang dalam bisa saja, tapi yang jelas akan kita lidik terus. Prinsipnya 'kan praduga tak bersalah. Itu yang harus kita junjung. Soal apakah aksi ini ada indikasi terencana, kita juga sedang selidiki," ujarnya.
Baca juga :
Ini penuturan Toni seputar cerita bayinya yang hilang
Menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi tim ini menurutnya, terdiri dari tim Polrestabes Bandung dan Polsekta Sukajadi.
"Dari Polrestabes Bandung, dan melibatkan juga Polsek di wilayah tersebut," katanya, Rabu (26/3/2014), di Mapolrestabes Bandung.
Mashudi menuturkan, penyelidikan saat ini telah mengarah kepada perburuan pelaku, selain itu pihaknya pun akan memeriksa CCTV dari luar rumah sakit yang nantinya jika ada akan dipadukan dengan CCTV di ruang bersalin yang merekam pelaku.
"Kita juga akan cek, siapa tahu ada CCTV lain diluar rumah sakit. Misalkan CCTV di rumah-rumah atau bangunan lain di sekitar rumah sakit. Nanti semuanya akan kita padukan," katanya.
Disinggung apakah kemungkinan ada keterlibatan orang dalam, Mashudi belum dapat memastikan hal tersebut, namun pihaknya akan terus mendalami kecurigaan itu setelah mengetahui modus yang dilakukan pelaku yang pada saat kejadian berpura-pura menjadi dokter.
"Indikasi kaitan orang dalam bisa saja, tapi yang jelas akan kita lidik terus. Prinsipnya 'kan praduga tak bersalah. Itu yang harus kita junjung. Soal apakah aksi ini ada indikasi terencana, kita juga sedang selidiki," ujarnya.
Baca juga :
Ini penuturan Toni seputar cerita bayinya yang hilang
(sms)