Jutaan meter kubik material Merapi ancam warga
Selasa, 25 Maret 2014 - 21:21 WIB
Jutaan meter kubik material Merapi ancam warga
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pananggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Klaten kembali mengingatkan warga di sekitar Merapi untuk berhati-hati. Pasalnya, masih ada jutaan material Merapi yang mengancam warga di jalur Kali Woro, Klaten.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyebutkan, jutaan material tersebut masih berada di hulu Kali Woro. Material vulkanik itu masih tertumpuk tiga kilometer dari puncak gunung. Sehingga, kondisi itu masih sangat berbahaya bagi warga dan para penambang material Merapi di sepanjang aliran Kali Woro.
Dia menyebutkan, material itu masih berpotensi terbawa arus air hujan ke bagian hilir sungai atau di sepanjang bibir Kali Woro di sekitar Kemalang. Apalagi, saat ini cuaca ekstrem masih melanda sekitar Klaten. Sehingga, hujan dengan intensitas tinggi masih sangat mungkin terjadi.
“Masih banyak yang menumpuk, beberapa hari lalu kita melakukan pengecekan ke sana,” ungkapnya.
Dia menyebutkan dengan kondisi itu, pihaknya meminta warga disekitar alur Kali Woro untuk berhati-hati. Apalagi, material Merapi yang ada sudah hampir menyentuh bibir kali. Sehingga, hujan deras kemungkinan material akan meluap sangat besar.
“Yang penting masyarakat berhati-hati dan selalu waspada. Jangan terlena dengan banyaknya material yang terus dikeruk,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kemalang Bambang Haryoko mengatakan, kesadaran pera penambang material Merapi sangatlah rendah. Padahal, saat ini lahar dingin terus mengancam keberadaan mereka. Pihaknya mengaku, sudah memperingatkan warga untuk tidak melakukan penambangan saat hujan, namun para penambang tetap saja melakukan aktifitasnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, agar kesadaran masyarakat itu ditingkatkan, dengan seperti itu nantinya akan meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita contohkan saja pada banjir lahar dingin besar beberapa waktu lalu, para penambang tradisional dan truk-truk masih beroperasi di alur sungai tersebut, untung saja mereka tidak apa-apa,” tukasnya.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyebutkan, jutaan material tersebut masih berada di hulu Kali Woro. Material vulkanik itu masih tertumpuk tiga kilometer dari puncak gunung. Sehingga, kondisi itu masih sangat berbahaya bagi warga dan para penambang material Merapi di sepanjang aliran Kali Woro.
Dia menyebutkan, material itu masih berpotensi terbawa arus air hujan ke bagian hilir sungai atau di sepanjang bibir Kali Woro di sekitar Kemalang. Apalagi, saat ini cuaca ekstrem masih melanda sekitar Klaten. Sehingga, hujan dengan intensitas tinggi masih sangat mungkin terjadi.
“Masih banyak yang menumpuk, beberapa hari lalu kita melakukan pengecekan ke sana,” ungkapnya.
Dia menyebutkan dengan kondisi itu, pihaknya meminta warga disekitar alur Kali Woro untuk berhati-hati. Apalagi, material Merapi yang ada sudah hampir menyentuh bibir kali. Sehingga, hujan deras kemungkinan material akan meluap sangat besar.
“Yang penting masyarakat berhati-hati dan selalu waspada. Jangan terlena dengan banyaknya material yang terus dikeruk,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kemalang Bambang Haryoko mengatakan, kesadaran pera penambang material Merapi sangatlah rendah. Padahal, saat ini lahar dingin terus mengancam keberadaan mereka. Pihaknya mengaku, sudah memperingatkan warga untuk tidak melakukan penambangan saat hujan, namun para penambang tetap saja melakukan aktifitasnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, agar kesadaran masyarakat itu ditingkatkan, dengan seperti itu nantinya akan meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita contohkan saja pada banjir lahar dingin besar beberapa waktu lalu, para penambang tradisional dan truk-truk masih beroperasi di alur sungai tersebut, untung saja mereka tidak apa-apa,” tukasnya.
(san)