Ranmor tewas ditembak, spesialis pepet rampas
Selasa, 25 Maret 2014 - 19:05 WIB
Ranmor tewas ditembak, spesialis pepet rampas
A
A
A
Sindonews.com - Kawanan curanmor yang tewas dalam baku tembak di perempatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, diduga pelaku yang biasa beroperasi dengan modus pepet rampas.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dari ciri kegiatan pelaku bisa diketahui bahwa tiga orang tersebut merupakan spesialis pepet rampas. Ini dikuatkan dengan senjata api rakitan milik pelaku.
"Jika spesialis curanmor tidak munkgkin bonceng tiga serta menggunakan senpi," ujarnya di Mapolres Jakpus, Selasa (25/3/2014).
Lebih lanjut Tatan mengatakan, ketiga pelaku yang tewas merupakan kelompok Lampung yang terbilang sadis, tidak segan-segan melukai korbannya.
Tatan menjelaskan, senjata yang digunakan pelaku lebih berbahaya dari pada senjata organik milik anggota Polri. Sebab laras dari pistol tersebut tidak memilki alur.
"Jadi untuk melepaskan tembakan pelaku tidak menggunakan pelatuk, melainkan seperti koboi," tuturnya.
Saat ini petugas juga masih melakukan innventarisir sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor yang diduga dilakukan oleh kelompok Lampung ini.
"Jika melihat dari peralatan yang dimiliki pelaku, bisa dipastikan pelaku sudah sering melakukan aksi kejahatan ini," tuturnya.
Untuk KTA Tatan menjelaskan Kartu tersebut ditemukan di tubuh Badri, kuat dugaan pelaku mencuri atau pemilik KTA lalai sehingga ditemukan oleh pelaku dan disimpan.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Nangroe Aceh Darusalam dan membenarkan. Namun saat ini pemilik KTA tersebut sudah berpangkat Brigadir Kepala di Detasmen Markas (Denma) Polda Aceh.
Baca juga:
Adu senjata, 3 polisi tewas ditangan polisi
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dari ciri kegiatan pelaku bisa diketahui bahwa tiga orang tersebut merupakan spesialis pepet rampas. Ini dikuatkan dengan senjata api rakitan milik pelaku.
"Jika spesialis curanmor tidak munkgkin bonceng tiga serta menggunakan senpi," ujarnya di Mapolres Jakpus, Selasa (25/3/2014).
Lebih lanjut Tatan mengatakan, ketiga pelaku yang tewas merupakan kelompok Lampung yang terbilang sadis, tidak segan-segan melukai korbannya.
Tatan menjelaskan, senjata yang digunakan pelaku lebih berbahaya dari pada senjata organik milik anggota Polri. Sebab laras dari pistol tersebut tidak memilki alur.
"Jadi untuk melepaskan tembakan pelaku tidak menggunakan pelatuk, melainkan seperti koboi," tuturnya.
Saat ini petugas juga masih melakukan innventarisir sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor yang diduga dilakukan oleh kelompok Lampung ini.
"Jika melihat dari peralatan yang dimiliki pelaku, bisa dipastikan pelaku sudah sering melakukan aksi kejahatan ini," tuturnya.
Untuk KTA Tatan menjelaskan Kartu tersebut ditemukan di tubuh Badri, kuat dugaan pelaku mencuri atau pemilik KTA lalai sehingga ditemukan oleh pelaku dan disimpan.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Nangroe Aceh Darusalam dan membenarkan. Namun saat ini pemilik KTA tersebut sudah berpangkat Brigadir Kepala di Detasmen Markas (Denma) Polda Aceh.
Baca juga:
Adu senjata, 3 polisi tewas ditangan polisi
(ysw)