Tertembak buronan, Bripka Anas masih kritis
Senin, 24 Maret 2014 - 18:58 WIB
Tertembak buronan, Bripka Anas masih kritis
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi Bripka Anas, anggota Reserse Polsek Genuk yang tertembak saat melakukan penggerebekan tersangka kasus penipuan dan penggelapan, di rumah kos, lingkungan RT5/2, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, pada Minggu 23 Maret 2014 terus memburuk.
Kini, Anas tengah menjalani perawatan intensif RSUP Dr Kariadi Semarang. Sebelumnya, dia sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Pantauan wartawan, Bripka Anas tiba di RSUP Dr Kariadi sekitar pukul 11.30 WIB dengan menggunakan mobil ambulans. Saat turun, Anas dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menggunakan alat bantu pernapasan.
Setelah itu, Bripka Anas langsung dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan pertolongan. Sementara keluarga dan kerabat Bripka Anas mengikutinya dari belakang sambil terburu-buru.
“Kondisinya kritis, sampai sekarang pasien tidak sadarkan diri dan masih dalam perawatan intensif di UGD,” kata Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi Semarang Dr Darwito, kepada wartawan, Senin (24/3/2014).
Menurut Darwito, saat dilakukan pemeriksaan, diketahui jika terjadi pendarahan di paru-paru bagian kiri korban. Pendarahan tersebut dikarenakan paru-paru Bripka Anas berlubang karena tertembus proyektil pistol yang mengenainya.
“Ada luka di bagian paru-paru sebelah kiri, sehingga membuat dia mengalami pendarahan. Luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh peluru, karena berlubang dengan diameter 1-2 cm,” imbuhnya.
Untuk penanganannya saat ini, Bripka Anas dibantu dengan alat pernapasan berupa Endotracheal Tube (ETT) atau alat bantu pernapasan berupa selang yang dimasukkan ke dalam mulut. Selain itu, untuk mengeluarkan darah yang ada di dalam paru pasien, pihak rumah sakit memasang Water Seal Drainage (WSD).
“Kita keluarkan darah yang ada di paru-paru itu dengan WSD agar darah bisa keluar dan paru-paru dapat mengembang kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengaku belum mengetahui perkembangan kondisi Bripka Anas. Menurutnya, pemindahan Bripka Anas dari RS Sultan Agung ke RSUP Kariadi dilakukan untuk perawatan lebih intensif.
“Soal kritis atau tidak, itu hanya dokter yang tahu, yang jelas pemindahan anggota kami itu untuk mendapat perawatan lebih baik dari sebelumnya,” kata dia.
Di lain sisi, Djihartono mengatakan, jika tersangka yang telah menembak Bripka Anas yakni Nanang Setiawan sampai saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Genuk Semarang. Akibat perbuatannya itu, Nanang diancam hukuman berlapis.
“Kami akan jerat dia dengan pasal berlapis, mulai melukai anggota polisi, kepemilikan senjata api, narkoba, dan melawan petugas. Yang jelas, meski dia merupakan buronan kasus penipuan dan penggelapan di Mapolsek Serpong, Tangerang, Banten, perbuatannya pada Minggu 23 Maret 2014 itu akan tetap kami proses di sini (Semarang),” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Anas tertembak di bagian dada sebelah kiri bawah hingga menembus punggung atas saat melakukan penggrebekan pelaku penipuan dari Polsek Serpong Tangerang Banten bernama Nanang Setiawan.
Peristiwa itu terjadi di kosan Nanang, Gang Pace, RT 5/2, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, sekira pukul 24.00 WIB.
Korban sempat dirawat di RSI Sultan Agung untuk diobati secara intensif dan diketahui kondisinya sempat membaik. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi Bripka Anas memburuk dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Baca juga:
Tangkap buronan, anggota polisi tertembak di dada
Kini, Anas tengah menjalani perawatan intensif RSUP Dr Kariadi Semarang. Sebelumnya, dia sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Pantauan wartawan, Bripka Anas tiba di RSUP Dr Kariadi sekitar pukul 11.30 WIB dengan menggunakan mobil ambulans. Saat turun, Anas dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menggunakan alat bantu pernapasan.
Setelah itu, Bripka Anas langsung dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan pertolongan. Sementara keluarga dan kerabat Bripka Anas mengikutinya dari belakang sambil terburu-buru.
“Kondisinya kritis, sampai sekarang pasien tidak sadarkan diri dan masih dalam perawatan intensif di UGD,” kata Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi Semarang Dr Darwito, kepada wartawan, Senin (24/3/2014).
Menurut Darwito, saat dilakukan pemeriksaan, diketahui jika terjadi pendarahan di paru-paru bagian kiri korban. Pendarahan tersebut dikarenakan paru-paru Bripka Anas berlubang karena tertembus proyektil pistol yang mengenainya.
“Ada luka di bagian paru-paru sebelah kiri, sehingga membuat dia mengalami pendarahan. Luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh peluru, karena berlubang dengan diameter 1-2 cm,” imbuhnya.
Untuk penanganannya saat ini, Bripka Anas dibantu dengan alat pernapasan berupa Endotracheal Tube (ETT) atau alat bantu pernapasan berupa selang yang dimasukkan ke dalam mulut. Selain itu, untuk mengeluarkan darah yang ada di dalam paru pasien, pihak rumah sakit memasang Water Seal Drainage (WSD).
“Kita keluarkan darah yang ada di paru-paru itu dengan WSD agar darah bisa keluar dan paru-paru dapat mengembang kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengaku belum mengetahui perkembangan kondisi Bripka Anas. Menurutnya, pemindahan Bripka Anas dari RS Sultan Agung ke RSUP Kariadi dilakukan untuk perawatan lebih intensif.
“Soal kritis atau tidak, itu hanya dokter yang tahu, yang jelas pemindahan anggota kami itu untuk mendapat perawatan lebih baik dari sebelumnya,” kata dia.
Di lain sisi, Djihartono mengatakan, jika tersangka yang telah menembak Bripka Anas yakni Nanang Setiawan sampai saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Genuk Semarang. Akibat perbuatannya itu, Nanang diancam hukuman berlapis.
“Kami akan jerat dia dengan pasal berlapis, mulai melukai anggota polisi, kepemilikan senjata api, narkoba, dan melawan petugas. Yang jelas, meski dia merupakan buronan kasus penipuan dan penggelapan di Mapolsek Serpong, Tangerang, Banten, perbuatannya pada Minggu 23 Maret 2014 itu akan tetap kami proses di sini (Semarang),” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Anas tertembak di bagian dada sebelah kiri bawah hingga menembus punggung atas saat melakukan penggrebekan pelaku penipuan dari Polsek Serpong Tangerang Banten bernama Nanang Setiawan.
Peristiwa itu terjadi di kosan Nanang, Gang Pace, RT 5/2, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, sekira pukul 24.00 WIB.
Korban sempat dirawat di RSI Sultan Agung untuk diobati secara intensif dan diketahui kondisinya sempat membaik. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi Bripka Anas memburuk dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Baca juga:
Tangkap buronan, anggota polisi tertembak di dada
(san)