Tangerang tolak perbaiki Jalan Raya Serang
Senin, 24 Maret 2014 - 16:11 WIB
Tangerang tolak perbaiki Jalan Raya Serang
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa dengan cara memblokir ruas Jalan Raya Serang KM 19, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Aksi blokir dilatarbelakangi kekesalan mereka dengan kerusakan parah jalan yang tiada pernah diperbaiki. Warga melakukan aksi blokir dengan menggunakan macam-macam benda, mulai dari pohon pisang, kursi bekas, batu besar dan benda lainnya yang bisa menghadang laju kendaraan yang hendak melintasi jalan tersebut.
"Jalan ini milik Pemerintah Pusat. Tapi lihat kondisinya, bertahun-tahun rusak tapi tetap saja tidak diperbaiki," kata Lina, salah seorang warga yang menjadi pemimpin aksi di lokasi, Senin (24/3/2014).
Lina mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan tersebut kepada aparat desa, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, agar segera diperbaiki. Tetapi, Pemerintah daerah (pemda) menolak memperbaiki, karena jalan tersebut milik pemerintah pusat.
"Kami minta pemerintah melek matanya, jangan terus-terusan membiarkan hal ini, karena akibat rusaknya jalan mengakibatkan banyak kecelakaan," tuturnya.
Selain menuntut perbaikan jalan, warga juga meminta pihak pemerintah memperbaiki drainase di wilayah ini. Karena, buruknya drainase mengakibatkan material jalan cepat rusak.
Aksi blokir dilatarbelakangi kekesalan mereka dengan kerusakan parah jalan yang tiada pernah diperbaiki. Warga melakukan aksi blokir dengan menggunakan macam-macam benda, mulai dari pohon pisang, kursi bekas, batu besar dan benda lainnya yang bisa menghadang laju kendaraan yang hendak melintasi jalan tersebut.
"Jalan ini milik Pemerintah Pusat. Tapi lihat kondisinya, bertahun-tahun rusak tapi tetap saja tidak diperbaiki," kata Lina, salah seorang warga yang menjadi pemimpin aksi di lokasi, Senin (24/3/2014).
Lina mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan tersebut kepada aparat desa, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, agar segera diperbaiki. Tetapi, Pemerintah daerah (pemda) menolak memperbaiki, karena jalan tersebut milik pemerintah pusat.
"Kami minta pemerintah melek matanya, jangan terus-terusan membiarkan hal ini, karena akibat rusaknya jalan mengakibatkan banyak kecelakaan," tuturnya.
Selain menuntut perbaikan jalan, warga juga meminta pihak pemerintah memperbaiki drainase di wilayah ini. Karena, buruknya drainase mengakibatkan material jalan cepat rusak.
(mhd)