Diguyur hujan abu vulkanik, PMI bagikan masker
Rabu, 19 Maret 2014 - 16:36 WIB
Diguyur hujan abu vulkanik, PMI bagikan masker
A
A
A
Sindonews.com - Letusan Gunung Slamet hari ini mengakibatkan sejumlah desa di kaki gunung diguyur hujan abu vulkanik. Warga pun terancam terkena sakit gangguan pernafasan.
Untuk menekan terjadinya gangguang kesehatan, petugas Satgana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal langsung membagikan ribuan masker untuk warga dan pengendara di wilayah tersebut.
"Hujan abu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Cukup tebal sampai satu sentimeter ada," kata petugas PMI Muhammad Ramedon, kepada Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Dia menambahkan, ada sekira 3.000 masker yang dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas. Masker juga dibagikan kepada pengunjung di obyek wisata pemandian air panas Guci.
"Pembagian masker untuk mengantisipasi dampak hujan abu bagi saluran pernapasan," ungkapnya.
Selain kepada warga dan pengendara di jalan, masker juga dititipkan ke Ketua RT sebagai persediaan, jika nantinya hujan abu Gunung Slamet kembali turun. "Kami juga akan bagikan 1.000 masker di wilayah Kecamatan Bumijawa," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Slamet Gunung Slamet menyemburkan asap setinggi 2.000 meter. Letusan itu menyemburkan material abu vulkanik berwarna hitam kelabu.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, letusan asap cukup kuat, terjadi sekira pukul 08.47 WIB.
"Satu kali letusan terpantau cukup kuat. Material abunya terbawa ke arah barat laut," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi.
Baca juga:
Erupsi, Gunung Slamet semburkan asap setinggi 2.000 meter
Guci & Tuwel diguyur abu vulkanik Gunung Slamet
Untuk menekan terjadinya gangguang kesehatan, petugas Satgana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal langsung membagikan ribuan masker untuk warga dan pengendara di wilayah tersebut.
"Hujan abu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Cukup tebal sampai satu sentimeter ada," kata petugas PMI Muhammad Ramedon, kepada Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Dia menambahkan, ada sekira 3.000 masker yang dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas. Masker juga dibagikan kepada pengunjung di obyek wisata pemandian air panas Guci.
"Pembagian masker untuk mengantisipasi dampak hujan abu bagi saluran pernapasan," ungkapnya.
Selain kepada warga dan pengendara di jalan, masker juga dititipkan ke Ketua RT sebagai persediaan, jika nantinya hujan abu Gunung Slamet kembali turun. "Kami juga akan bagikan 1.000 masker di wilayah Kecamatan Bumijawa," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Slamet Gunung Slamet menyemburkan asap setinggi 2.000 meter. Letusan itu menyemburkan material abu vulkanik berwarna hitam kelabu.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, letusan asap cukup kuat, terjadi sekira pukul 08.47 WIB.
"Satu kali letusan terpantau cukup kuat. Material abunya terbawa ke arah barat laut," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi.
Baca juga:
Erupsi, Gunung Slamet semburkan asap setinggi 2.000 meter
Guci & Tuwel diguyur abu vulkanik Gunung Slamet
(san)