Kasus penembakan antar polisi, ini kata DPR
Rabu, 19 Maret 2014 - 12:21 WIB
Kasus penembakan antar polisi, ini kata DPR
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti diminta menertibkan disiplin di internal Polri terkait peristiwa penembakan yang menewaskan Kepala Detasemen Polda Metro Jaya AKBP Pamudji. Pasalnya, kasus penembakan itu merupakan permasalahan polisi dengan polisi.
"Ini tugas Pak Wakapolri, apapun kalau polisi antar anggota saling tembak, Pak Badrodin ini menegakan disiplin (di internal Polri), jadi apapun perstiwanya," kata Anggota Komisi III Harry Witjaksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Harry berharap, dengan adanya pemeriksaan psikologis kepada aparat kepolisian secara berkala, khususnya bagi mereka yang memegang senjata api. Hal itu dinilai sebagai antisipasi kasus tersebut terulang lagi.
"Secara berkala mereka (khususnya reserse) harus diperiksa (psikologis) masih layak tidak memang senjata," katanya.
Tak hanya Wakapolri, kata politikus Partai Demokrat ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Prayitno juga harus bisa menertibkan disiplin anggotanya. Karena, kata dia, hal itu untuk menunjukkan kalau Polda serius menangani kasus seperti itu.
"Apapun persoalannya, tembak menembak ini tidak bagus. Nanti takutnya ada distrust dari masyarakat," pungkasnya.
Baca:
Polri akan berikan bantuan untuk keluarga Pamudji
"Ini tugas Pak Wakapolri, apapun kalau polisi antar anggota saling tembak, Pak Badrodin ini menegakan disiplin (di internal Polri), jadi apapun perstiwanya," kata Anggota Komisi III Harry Witjaksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Harry berharap, dengan adanya pemeriksaan psikologis kepada aparat kepolisian secara berkala, khususnya bagi mereka yang memegang senjata api. Hal itu dinilai sebagai antisipasi kasus tersebut terulang lagi.
"Secara berkala mereka (khususnya reserse) harus diperiksa (psikologis) masih layak tidak memang senjata," katanya.
Tak hanya Wakapolri, kata politikus Partai Demokrat ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Prayitno juga harus bisa menertibkan disiplin anggotanya. Karena, kata dia, hal itu untuk menunjukkan kalau Polda serius menangani kasus seperti itu.
"Apapun persoalannya, tembak menembak ini tidak bagus. Nanti takutnya ada distrust dari masyarakat," pungkasnya.
Baca:
Polri akan berikan bantuan untuk keluarga Pamudji
(mhd)