Kapolda Metro Jaya baru disambut kasus penembakan polisi
Rabu, 19 Maret 2014 - 03:01 WIB
Kapolda Metro Jaya baru disambut kasus penembakan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno, sepertinya memang sering "disambut" kasus menonjol penembakan oleh oknum polisi hingga tewas.
Seperti Selasa (18/3) malam, beberapa jam setelah Dwi Priyatno dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya dan pisah sambut dengan Kapolda Metro Jaya yang lama Irjen Pol Putut Bayuseno, langsung disibukkan oleh insiden penembakan oleh Brigadir Susanto dengan korban Kepala Detasemen Markas Polda Metro Jaya, AKBP Pamuji.
Catatan KORAN SINDO, ini mengingatkan pada insiden penembakan tak lama setelah Dwi Priyatno pisah sambut usai dilantik menjadi Kapolda Jawa Tengah pada Jumat (14/6) lalu. Saat itu, Jumat sore diadakan tradisi pisah sambut dari Kapolda Jawa Tengah yang lama yakni Irjen Pol. Didiek Sutomo Triwidodo. Acara diadakan di Lapangan Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, sore hari.
Ternyata malam harinya, tepatnya Sabtu (16/6) dini hari, terjadi penembakan oleh oknum polisi. Korbannya tewas. Oknum polisi itu bernama Briptu Priya Yustianto, anggota Satuan Sabhara Polrestabes Semarang yang saat kejadian tengah mabuk minuman keras.
Korban bernama Nuki Nugroho,26, seorang karyawan perusahaan pengisian uang PT. TAG. TKP insiden itu di kantor PT. TAG, Jalan Guntur, Gajahmungkur, Kota Semarang. Nuki tewas tertembak Briptu Priya di bagian kepala. Briptu Priya pun dijadikan tersangka.
Tak lama setelah penembakan, Dwi cek ke TKP, termasuk mendatangi korban di RSUP Dr Kariadi Semarang untuk memberikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Saat itu Kapolrestabes Semarang masih dijabat Kombes Pol Elan Subilan, sebelum akhirnya diganti Kombes Pol Djihartono, yang sebelumnya menjabat Kabid Humas Polda Jawa Tengah.
Dalam catatan KORAN SINDO, beraneka kasus menonjol memang terjadi di Jawa Tengah saat Dwi menjabat. Walaupun prestasinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Angka kriminalitas di Jateng yang mencapai 19ribu kasus, ditekan hingga turun sekira 12 persen.
Berbagai kasus menonjol juga berhasil diungkap. Seperti perampokan toko emas bersenpi di Kendal, perampokan pengusaha dan juragan di Wonosobo, hingga komplotan perampok yang sering menyasar orang kaya di desa-desa, seperti juragan sapi atau juragan bawang. Selain menangkap para tersangka, barang bukti aneka senpi jenis pistol juga berhasil disita.
Untuk kasus kriminal khusus, Dwi juga berhasil mengungkap beberapa kasus menonjol. Sebut saja; kasus korupsi yang menjerat Bupati Rembang, M Salim sebagai tersangka dan akhirnya ditahan, pengungkapan sindikat pemalsu air zam-zam, pemalsu ponsel pintar Samsung Galaxy S4, mengungkap tersangka perdagangan satwa jenis Owa yang tersangkanya berinisial F (juga DPO Polda Metro Jaya) hingga
Dalam catatan KORAN SINDO, Dwi tergolong orang yang ramah dan berkenan menjawab aneka pertanyaan wartawan dengan sabar. Meskipun terjadi kasus-kasus menonjol, saat diwawancarai seputar penanganannya, dia selalu murah senyum dan memang beberapa kasus itu akhirnya berhasil diungkap.
"Iya Mas, nanti pelantikan (jadi Kapolda Metro Jaya) hari Selasa (18/3). Terimakasih untuk kemitraan dan komunikasi yang berjalan baik," kata Dwi saat diwawancarai KORAN SINDO akhir pekan lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, kepada KORAN SINDO beberapa waktu lalu mengungkapkan, menjadi Kapolda Metro Jaya berarti kinerja Irjen Pol Dwi Priyatno dinilai bagus.
Sekarang, Dwi yang baru menjabat sudah disibukkan dengan kasus penembakan lagi. Apakah suksesnya Dwi saat menjadi Kapolda Jawa Tengah dalam menyemangati anak buahnya, mendidik dan bekerja akan terulang di Polda Metro Jaya? Kiranya ditunggu jenderal bintang dua ini bekerja.
Seperti Selasa (18/3) malam, beberapa jam setelah Dwi Priyatno dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya dan pisah sambut dengan Kapolda Metro Jaya yang lama Irjen Pol Putut Bayuseno, langsung disibukkan oleh insiden penembakan oleh Brigadir Susanto dengan korban Kepala Detasemen Markas Polda Metro Jaya, AKBP Pamuji.
Catatan KORAN SINDO, ini mengingatkan pada insiden penembakan tak lama setelah Dwi Priyatno pisah sambut usai dilantik menjadi Kapolda Jawa Tengah pada Jumat (14/6) lalu. Saat itu, Jumat sore diadakan tradisi pisah sambut dari Kapolda Jawa Tengah yang lama yakni Irjen Pol. Didiek Sutomo Triwidodo. Acara diadakan di Lapangan Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, sore hari.
Ternyata malam harinya, tepatnya Sabtu (16/6) dini hari, terjadi penembakan oleh oknum polisi. Korbannya tewas. Oknum polisi itu bernama Briptu Priya Yustianto, anggota Satuan Sabhara Polrestabes Semarang yang saat kejadian tengah mabuk minuman keras.
Korban bernama Nuki Nugroho,26, seorang karyawan perusahaan pengisian uang PT. TAG. TKP insiden itu di kantor PT. TAG, Jalan Guntur, Gajahmungkur, Kota Semarang. Nuki tewas tertembak Briptu Priya di bagian kepala. Briptu Priya pun dijadikan tersangka.
Tak lama setelah penembakan, Dwi cek ke TKP, termasuk mendatangi korban di RSUP Dr Kariadi Semarang untuk memberikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Saat itu Kapolrestabes Semarang masih dijabat Kombes Pol Elan Subilan, sebelum akhirnya diganti Kombes Pol Djihartono, yang sebelumnya menjabat Kabid Humas Polda Jawa Tengah.
Dalam catatan KORAN SINDO, beraneka kasus menonjol memang terjadi di Jawa Tengah saat Dwi menjabat. Walaupun prestasinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Angka kriminalitas di Jateng yang mencapai 19ribu kasus, ditekan hingga turun sekira 12 persen.
Berbagai kasus menonjol juga berhasil diungkap. Seperti perampokan toko emas bersenpi di Kendal, perampokan pengusaha dan juragan di Wonosobo, hingga komplotan perampok yang sering menyasar orang kaya di desa-desa, seperti juragan sapi atau juragan bawang. Selain menangkap para tersangka, barang bukti aneka senpi jenis pistol juga berhasil disita.
Untuk kasus kriminal khusus, Dwi juga berhasil mengungkap beberapa kasus menonjol. Sebut saja; kasus korupsi yang menjerat Bupati Rembang, M Salim sebagai tersangka dan akhirnya ditahan, pengungkapan sindikat pemalsu air zam-zam, pemalsu ponsel pintar Samsung Galaxy S4, mengungkap tersangka perdagangan satwa jenis Owa yang tersangkanya berinisial F (juga DPO Polda Metro Jaya) hingga
Dalam catatan KORAN SINDO, Dwi tergolong orang yang ramah dan berkenan menjawab aneka pertanyaan wartawan dengan sabar. Meskipun terjadi kasus-kasus menonjol, saat diwawancarai seputar penanganannya, dia selalu murah senyum dan memang beberapa kasus itu akhirnya berhasil diungkap.
"Iya Mas, nanti pelantikan (jadi Kapolda Metro Jaya) hari Selasa (18/3). Terimakasih untuk kemitraan dan komunikasi yang berjalan baik," kata Dwi saat diwawancarai KORAN SINDO akhir pekan lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, kepada KORAN SINDO beberapa waktu lalu mengungkapkan, menjadi Kapolda Metro Jaya berarti kinerja Irjen Pol Dwi Priyatno dinilai bagus.
Sekarang, Dwi yang baru menjabat sudah disibukkan dengan kasus penembakan lagi. Apakah suksesnya Dwi saat menjadi Kapolda Jawa Tengah dalam menyemangati anak buahnya, mendidik dan bekerja akan terulang di Polda Metro Jaya? Kiranya ditunggu jenderal bintang dua ini bekerja.
(lns)