Warga ramai kunjungi pos pengamatan Gunung Slamet
Senin, 17 Maret 2014 - 04:18 WIB
Warga ramai kunjungi pos pengamatan Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Peningkatan status Gunung Slamet dari normal menjadi waspada membuat Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang ramai dikunjungi warga.
Kenaikan status ini juga membawa "berkah" bagi warga sekitar pos pengamatan.
Tidak hanya warga dari desa-desa sekitar pos pengamatan, melainkan juga warga dari luar Kabupaten Pemalang.
Setiap harinya puluhan warga datang silih berganti baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Mereka ingin melihat langsung kondisi Gunung Slamet dari dekat.
Selain melihat dengan mata telanjang, warga juga rela antre untuk mendapat giliran menggunakan teropong yang dipasang di depan pos pengamatan agar dapat melihat kondisi puncak Gunung Slamet lebih jelas.
Salah satu warga Pujiastuti (38) warga Bumijawa, Kabupaten Tegal mengaku sengaja datang ke pos pengamatan karena penasaran dengan peningkatan status Gunung Slamet.
"Biasanya cuma lihat dari berita di TV soal Gunung Slamet, jadi tahunya sebatas dari berita," kata dia, Minggu 16 Maret 2014.
Selain penasaran, Puji juga ingin memastikan informasi perihal kondisi Gunung Slamet yang didapat dari pembicaraan orang maupun kiriman pesan pendek berantai.
"Kadang informasinya kan dilebih-lebihkan dan membuat panik," kata dia.
Puji tak datang sendiri. Bersama tujuh orang tetangganya ia datang ke pos pengamatan dengan menggunakan mobil.
Namun rombongan tersebut harus kecewa lantaran saat tiba di pos, kondisi puncak Gunung Slamet tengah diselimuti kabut tebal. "Iya ini agak kecewa karena gak kelihatan gunungnya," ucapnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan Sukedi mengatakan, warga mulai banyak yang datang sehari setelah status dinaikan jadi waspada pada Senin 10 Maret 2014.
"Mereka ingin tahu kondisi Gunung Slamet. Kami persilahkan. Data aktivitas Gunung Slamet diperbaharui setiap 12 jam," katanya.
Kenaikan status ini juga membawa "berkah" bagi warga sekitar pos pengamatan.
Tidak hanya warga dari desa-desa sekitar pos pengamatan, melainkan juga warga dari luar Kabupaten Pemalang.
Setiap harinya puluhan warga datang silih berganti baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Mereka ingin melihat langsung kondisi Gunung Slamet dari dekat.
Selain melihat dengan mata telanjang, warga juga rela antre untuk mendapat giliran menggunakan teropong yang dipasang di depan pos pengamatan agar dapat melihat kondisi puncak Gunung Slamet lebih jelas.
Salah satu warga Pujiastuti (38) warga Bumijawa, Kabupaten Tegal mengaku sengaja datang ke pos pengamatan karena penasaran dengan peningkatan status Gunung Slamet.
"Biasanya cuma lihat dari berita di TV soal Gunung Slamet, jadi tahunya sebatas dari berita," kata dia, Minggu 16 Maret 2014.
Selain penasaran, Puji juga ingin memastikan informasi perihal kondisi Gunung Slamet yang didapat dari pembicaraan orang maupun kiriman pesan pendek berantai.
"Kadang informasinya kan dilebih-lebihkan dan membuat panik," kata dia.
Puji tak datang sendiri. Bersama tujuh orang tetangganya ia datang ke pos pengamatan dengan menggunakan mobil.
Namun rombongan tersebut harus kecewa lantaran saat tiba di pos, kondisi puncak Gunung Slamet tengah diselimuti kabut tebal. "Iya ini agak kecewa karena gak kelihatan gunungnya," ucapnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan Sukedi mengatakan, warga mulai banyak yang datang sehari setelah status dinaikan jadi waspada pada Senin 10 Maret 2014.
"Mereka ingin tahu kondisi Gunung Slamet. Kami persilahkan. Data aktivitas Gunung Slamet diperbaharui setiap 12 jam," katanya.
(sms)