Gunung Slamet lontarkan lava pijar
Minggu, 16 Maret 2014 - 01:05 WIB
Gunung Slamet lontarkan lava pijar
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Slamet terus menunjukkan aktivitas letusan dan kegempaan. Selain material vulkanik, salah satu letusan disertai lontaran lava pijar.
Dari pantauan di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB hari ini, Gunung Slamet tercatat mengeluarkan letusan abu sebanyak tiga kali dengan ketinggian 300-500 meter, gempa vulkanik dangkal satu kali, tujuh kali gempa hembusan, dan 33 kali gempa letusan.
"Aktivitas sejauh ini masih stabil," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi kepada Sindonews, Sabtu (15/3).
Sukedi menambahkan, Gunung Slamet juga sempat mengeluarkan letusan yang disertai dengan lontaran lava pijar pada Jumat 14 Maret malam sekira pukul 20.54 WIB dengan ketinggian 800 meter yang mengarah ke timur.
"(Jumat) sejak pukul 18.00 sampai 06.00 WIB masih terjadi beberapa letusan, salah satu letusan disertai lontaran lava pijar. Letusan itu terjadi selama 10-20 detik dan langsung terbawa angin, " ujar Sukedi.
Lontaran lava pijar itu merupakan satu-satunya yang yang terlihat dari pos pengamatan di Desa Gambuhan sekaligus yang pertama sejak status Gunung Slamet dinaikkan jadi waspada pada Senin 10 Maret malam.
"Dari pengamatan pos di sini hanya terlihat satu kali. Bisa jadi di pos pengamatan Bambangan terlihat lebih dari sekali," ujar Sukedi.
Sukedi menegaskan lontaran lava pijar ini belum mempengaruhi status Gunung Slamet. Hingga hari ini status gunung masih waspada dengan zona berbahaya berada di radius dua kilometer dari puncak gunung. "Belum ada kenaikan status," ujarnya.
Dari pantauan di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB hari ini, Gunung Slamet tercatat mengeluarkan letusan abu sebanyak tiga kali dengan ketinggian 300-500 meter, gempa vulkanik dangkal satu kali, tujuh kali gempa hembusan, dan 33 kali gempa letusan.
"Aktivitas sejauh ini masih stabil," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi kepada Sindonews, Sabtu (15/3).
Sukedi menambahkan, Gunung Slamet juga sempat mengeluarkan letusan yang disertai dengan lontaran lava pijar pada Jumat 14 Maret malam sekira pukul 20.54 WIB dengan ketinggian 800 meter yang mengarah ke timur.
"(Jumat) sejak pukul 18.00 sampai 06.00 WIB masih terjadi beberapa letusan, salah satu letusan disertai lontaran lava pijar. Letusan itu terjadi selama 10-20 detik dan langsung terbawa angin, " ujar Sukedi.
Lontaran lava pijar itu merupakan satu-satunya yang yang terlihat dari pos pengamatan di Desa Gambuhan sekaligus yang pertama sejak status Gunung Slamet dinaikkan jadi waspada pada Senin 10 Maret malam.
"Dari pengamatan pos di sini hanya terlihat satu kali. Bisa jadi di pos pengamatan Bambangan terlihat lebih dari sekali," ujar Sukedi.
Sukedi menegaskan lontaran lava pijar ini belum mempengaruhi status Gunung Slamet. Hingga hari ini status gunung masih waspada dengan zona berbahaya berada di radius dua kilometer dari puncak gunung. "Belum ada kenaikan status," ujarnya.
(hyk)