Pemkab Sukabumi kirim 796 TKI
Jum'at, 14 Maret 2014 - 19:11 WIB
Pemkab Sukabumi kirim 796 TKI
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengirim 796 orang Tenaga Kerja Indonesia. Mereka akan menempati pekerjaan di sejumlah Negara di Timur Tengah dan Asia, sebagai pembantu rumah tangga dan sopir.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim menerangkan, ratusan TKI ini mayoritas berasal dari kalangan wanita.
Mereka dikirim sejak awal tahun 2014 silam, dengan rincian 397 orang ditempatkan di Oman, 71 orang di Bahrain, 14 orang untuk Hongkong dan sebanyak 62 orang ke Qatar.
Sementara untuk Uni Emirat Arab, jumlah tenaga kerja yang dikirim mencapai 147 orang yang seluruhnya adalah wanita. Untuk Taiwan jumlah tenaga kerja sebanyak 49 orang, dan Singapura sejumlah 28 orang.
Aam Amar Halim mengaku, sejauh ini disnakertrans tidak mengirimkan tenaga kerja ke Malaysia dan Arab Saudi, serta negara-negara yang tengah berkonflik. Langkah ini ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang memilih untuk bekerja di luar negeri.
“Para tenaga kerja ini resmi, karena sudah melalui tahapan seleksi, pelatihan keterampilan serta penguasaan bahasa dan mengantongi dokumen yang lengkap, salah satunya adalah nomor induk TKI. Karena melalui jalur legal, maka keberadaan mereka selama di luar negeri akan lebih mudah dipantau,” ujar Aam, Jumat (14/3/2014).
Diakuinya, hingga kini masyarakat yang berminat untuk bekerja di luar negeri masih relatif tinggi. Kondisi tersebut dipicu akibat perbedaan upah yang diperoleh dari jenis pekerjaan di Indonesia dengan pekerjaan di luar negeri. Hanya saja, para calon tenaga kerja itu lebih cendrung memilih menggunakan jalur ilegal.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Luki Julianti mengakui, tingginya minat masyarakat bekerja di luar negeri ini awalnya disebabkan oleh faktor keterbatasan lapangan pekerjaan.
“Sebenarnya lapangan pekerjaan di Sukabumi ini terbuka lebar, namun kebanyakan masyarakat tidak mampu mengisi lowongan tersebut, karena terkendala masalah pendidikan. Akhirnya, mereka lebih memilih menjadi TKI atau TKW,” tuturnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim menerangkan, ratusan TKI ini mayoritas berasal dari kalangan wanita.
Mereka dikirim sejak awal tahun 2014 silam, dengan rincian 397 orang ditempatkan di Oman, 71 orang di Bahrain, 14 orang untuk Hongkong dan sebanyak 62 orang ke Qatar.
Sementara untuk Uni Emirat Arab, jumlah tenaga kerja yang dikirim mencapai 147 orang yang seluruhnya adalah wanita. Untuk Taiwan jumlah tenaga kerja sebanyak 49 orang, dan Singapura sejumlah 28 orang.
Aam Amar Halim mengaku, sejauh ini disnakertrans tidak mengirimkan tenaga kerja ke Malaysia dan Arab Saudi, serta negara-negara yang tengah berkonflik. Langkah ini ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang memilih untuk bekerja di luar negeri.
“Para tenaga kerja ini resmi, karena sudah melalui tahapan seleksi, pelatihan keterampilan serta penguasaan bahasa dan mengantongi dokumen yang lengkap, salah satunya adalah nomor induk TKI. Karena melalui jalur legal, maka keberadaan mereka selama di luar negeri akan lebih mudah dipantau,” ujar Aam, Jumat (14/3/2014).
Diakuinya, hingga kini masyarakat yang berminat untuk bekerja di luar negeri masih relatif tinggi. Kondisi tersebut dipicu akibat perbedaan upah yang diperoleh dari jenis pekerjaan di Indonesia dengan pekerjaan di luar negeri. Hanya saja, para calon tenaga kerja itu lebih cendrung memilih menggunakan jalur ilegal.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Luki Julianti mengakui, tingginya minat masyarakat bekerja di luar negeri ini awalnya disebabkan oleh faktor keterbatasan lapangan pekerjaan.
“Sebenarnya lapangan pekerjaan di Sukabumi ini terbuka lebar, namun kebanyakan masyarakat tidak mampu mengisi lowongan tersebut, karena terkendala masalah pendidikan. Akhirnya, mereka lebih memilih menjadi TKI atau TKW,” tuturnya.
(san)