Perangi kabut asap di Riau dengan hujan buatan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 13:05 WIB
Perangi kabut asap di Riau dengan hujan buatan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkata Udara, hari ini berencana membuat hujan buatan di Provinsi Riau dengan pesawat Hercules yang didatangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, sebanyak 39 orang pelaku pembakaran hutan, telah berhasil ditangkap. Kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan kini sudah sangat mengkhawatirkan.
Selain itu, juga akan dioperasikan enam unit ground base generator sistem sprayer, di Bandara SSK II Pekanbaru untuk mengurangi kepekatan asap, sehingga jarak pandang di bandara dapat lebih baik dan penerbangan dapat kembali dilakukan.
Hingga kini, Polda Riau masih tetap memburu pelaku pembakaran hutan tersebut. Hal ini dipaparkan oleh Kepala BNPB Syamsul Maarif di Bandara Internasional Minangkabau Padang saat hendak menuju Pekanbaru Riau.
Dampak kabut asap yang terjadi di Provinsi Sumbar hingga Jumat siang, masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau Padang. Ketebalan asap di Kota Padang dengan jarak pandang 800-900 meter.
Sementara itu, sebanyak 39 orang pelaku pembakaran hutan, telah berhasil ditangkap. Kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan kini sudah sangat mengkhawatirkan.
Selain itu, juga akan dioperasikan enam unit ground base generator sistem sprayer, di Bandara SSK II Pekanbaru untuk mengurangi kepekatan asap, sehingga jarak pandang di bandara dapat lebih baik dan penerbangan dapat kembali dilakukan.
Hingga kini, Polda Riau masih tetap memburu pelaku pembakaran hutan tersebut. Hal ini dipaparkan oleh Kepala BNPB Syamsul Maarif di Bandara Internasional Minangkabau Padang saat hendak menuju Pekanbaru Riau.
Dampak kabut asap yang terjadi di Provinsi Sumbar hingga Jumat siang, masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau Padang. Ketebalan asap di Kota Padang dengan jarak pandang 800-900 meter.
(san)