PNS bekingi PKL di Monas?
Jum'at, 14 Maret 2014 - 08:29 WIB
PNS bekingi PKL di Monas?
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya pedagang kaki lima yang masuk ke kawasan Monas bukti lemahnya pengawasan Suku Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya itu, kuat dugaan pedagang liar berani melawan petugas UPT lantaran ada yang membekingi.
Kapolsek Gambir AKBP Agung Marlianto mengatakan, Rabu malam pihaknya melakukan penertiban, hasilnya 22 motor skuter yang biasa disewakan diamankan. Dia mengaku heran, lantaran barang bukti tersebut sebelumnya sudah di bawa ke Cakung, namun selang tiga hari sudah ada lagi dan disewakan.
"Saya heran kenapa barang yang kita amankan bisa beredar lagi," katanya di Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Agung mengatakan, selama ada keresahan dari masyarakat, tentu pihaknya akan melakukan tindakan. Kedepan pihaknya akan lebih giat melakukan tindakan pengamanan.
Agung menjelaskan, setelah dilakukan penertiban, pihaknya mengamankan otak dari pedagang liar yang sempat melukai petugas UPT Monas atas nama Sri. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa Sri berani melakukan hal tersebut lantara suaminya bekerja sebagai PNS di pemerintahan Kota Jambi dan tugas di Jakarta.
"Suami Sri merupakan PNS yang bertugas di Jakarta," ucapnya.
Sementara itu Kasie Prasarana dan Sarana UPT Taman Monas, Firdaus Rasyid mengatakan, memang banyak pedagang kaki lima liar di kawasan Monas mulai dari lapangan IRTI, kemudian di bagian timur Monas dan di depan Indosat. Barang yang dijual juga beragam.
Sambungnya, mulai dari pakaian, kemudian souvenir dan balon. Namun karena pedagang liar cara menjualnya mendatangi pengunjung, akhirnya pedagang resmi tergiur dan meninggalkan lapak dagangannya.
"Kita memang kewalahan karena tiap malam pedagang selalu berusaha masuk, baik yang resmi maupun yang liar," ujarnya.
Dirinya berharap, agar pembinaaan terhadap pedagang bisa dilakukan, dengan demikian pihak kepolisian juga bisa bertindak jika ketentuannya benar. "Saya harap ada pembinaan dari UMKM, jadi semuanya tertata," ujarnya.
Baca:
Satpol PP diserang PKL Monas
Kapolsek Gambir AKBP Agung Marlianto mengatakan, Rabu malam pihaknya melakukan penertiban, hasilnya 22 motor skuter yang biasa disewakan diamankan. Dia mengaku heran, lantaran barang bukti tersebut sebelumnya sudah di bawa ke Cakung, namun selang tiga hari sudah ada lagi dan disewakan.
"Saya heran kenapa barang yang kita amankan bisa beredar lagi," katanya di Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Agung mengatakan, selama ada keresahan dari masyarakat, tentu pihaknya akan melakukan tindakan. Kedepan pihaknya akan lebih giat melakukan tindakan pengamanan.
Agung menjelaskan, setelah dilakukan penertiban, pihaknya mengamankan otak dari pedagang liar yang sempat melukai petugas UPT Monas atas nama Sri. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa Sri berani melakukan hal tersebut lantara suaminya bekerja sebagai PNS di pemerintahan Kota Jambi dan tugas di Jakarta.
"Suami Sri merupakan PNS yang bertugas di Jakarta," ucapnya.
Sementara itu Kasie Prasarana dan Sarana UPT Taman Monas, Firdaus Rasyid mengatakan, memang banyak pedagang kaki lima liar di kawasan Monas mulai dari lapangan IRTI, kemudian di bagian timur Monas dan di depan Indosat. Barang yang dijual juga beragam.
Sambungnya, mulai dari pakaian, kemudian souvenir dan balon. Namun karena pedagang liar cara menjualnya mendatangi pengunjung, akhirnya pedagang resmi tergiur dan meninggalkan lapak dagangannya.
"Kita memang kewalahan karena tiap malam pedagang selalu berusaha masuk, baik yang resmi maupun yang liar," ujarnya.
Dirinya berharap, agar pembinaaan terhadap pedagang bisa dilakukan, dengan demikian pihak kepolisian juga bisa bertindak jika ketentuannya benar. "Saya harap ada pembinaan dari UMKM, jadi semuanya tertata," ujarnya.
Baca:
Satpol PP diserang PKL Monas
(mhd)