Sebelum tewas, Mia pamit main
Kamis, 13 Maret 2014 - 14:27 WIB
Sebelum tewas, Mia pamit main
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga Mia Nuraini (16) ABG yang tewas dibantai mantan pacarnya tak menyangka jika anak perempuan satu-satunya harus menemui ajal secara tragis.
Apalagi sebelum tewas, Mia pamit pada keluarganya untuk main ke rumah rekannya. Namun malamnya, keluarga malah mendapat kabar kalau anaknya sudah berada di RS Fatmawati.
"Saya masih dirumah waktu kejadian, dan dikasih tahu kalau anak saya kecelakaan. Begitu saya sampai di TKP ternyata sudah di bawa ke RS (Fatmawati)," jelas orangtua Mia, Haris di Mapolsek Cilandak, Kamis (13/3/2014).
Setelah tiba di RS, dia masih melihat putri keduanya tersebut dalam penanganan di ruang Intensif Care Unit (ICU) dengan luka dibagian kepala.
"Saya sampai sudah banyak polisi, dan disana saya baru tahu kalau anak saya di keroyok," ujarnya.
Haris menjelaskan, sebelum tewas putrinya keluar rumah sekira pukul 14.00 WIB, Rabu 12 Maret 2014 dan hanya ijin untuk main. Pada pukul 16.00 WIB dia sempat menghubungi ponsel anaknya dan memintanya untuk pulang namun dia mengaku sedang di jalan.
"Saya telepon lagi jam 17.00 WIB dan dia bilang mau pulang," tegasnya.
Namun, hingga pukul 00.00 WIB tidak lagi ada kabarnya hingga akhirnya datang dua orang perempuan teman korban dan seorang laki-laki yang memberitahukan kalau putrinya kecelakaan.
Dia mengaku tidak kenal dengan semua pelaku, karena putrinya tersebut memang jarang bercerita tentang kawan-kawannya.
Siswi kelas 2 SMP Manaratul Ullum tersebut memang tidak terlalu terbuka dengan ayahnya. Tetapi, dia mengakui kalau sang putri itu adalah anak yang baik.
Baca juga:
ABG tewas dibantai mantan pacarnya
Apalagi sebelum tewas, Mia pamit pada keluarganya untuk main ke rumah rekannya. Namun malamnya, keluarga malah mendapat kabar kalau anaknya sudah berada di RS Fatmawati.
"Saya masih dirumah waktu kejadian, dan dikasih tahu kalau anak saya kecelakaan. Begitu saya sampai di TKP ternyata sudah di bawa ke RS (Fatmawati)," jelas orangtua Mia, Haris di Mapolsek Cilandak, Kamis (13/3/2014).
Setelah tiba di RS, dia masih melihat putri keduanya tersebut dalam penanganan di ruang Intensif Care Unit (ICU) dengan luka dibagian kepala.
"Saya sampai sudah banyak polisi, dan disana saya baru tahu kalau anak saya di keroyok," ujarnya.
Haris menjelaskan, sebelum tewas putrinya keluar rumah sekira pukul 14.00 WIB, Rabu 12 Maret 2014 dan hanya ijin untuk main. Pada pukul 16.00 WIB dia sempat menghubungi ponsel anaknya dan memintanya untuk pulang namun dia mengaku sedang di jalan.
"Saya telepon lagi jam 17.00 WIB dan dia bilang mau pulang," tegasnya.
Namun, hingga pukul 00.00 WIB tidak lagi ada kabarnya hingga akhirnya datang dua orang perempuan teman korban dan seorang laki-laki yang memberitahukan kalau putrinya kecelakaan.
Dia mengaku tidak kenal dengan semua pelaku, karena putrinya tersebut memang jarang bercerita tentang kawan-kawannya.
Siswi kelas 2 SMP Manaratul Ullum tersebut memang tidak terlalu terbuka dengan ayahnya. Tetapi, dia mengakui kalau sang putri itu adalah anak yang baik.
Baca juga:
ABG tewas dibantai mantan pacarnya
(ysw)