100 titik jalan di Jakarta dibeton
Rabu, 12 Maret 2014 - 19:37 WIB
100 titik jalan di Jakarta dibeton
A
A
A
Sindonews.com - Karena kerap mengalami kerusakan, akhirnya Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta melakukan pembetonan terhadap 100 titik jalan yang rusak. Untuk perbaikan jalan ini, Dinas PU menggelontorkan Rp100 miliar.
Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Junaini mengatakan, terdapat sekira 100 titik jalan rusak yang penanganannya harus dibetonisasi.
"Bulan ini sudah kami kerjakan dibeberapa bagian. Anggaran betonisasi 100 titik mencapai Rp 50-100 Miliar," kata Junaini saat dihubungi, Rabu (12/3/2014).
Junaini menjelaskan, pasca hujan yang mengguyur DKI Jakarta beberapa bulan lalu sedikitnya terdapat 10,425 titik yang tersebar di 704 ruas jalan.
Hingga saat ini perbaikannya sudah mencpai 10,227 titik. Namun perbaikan itu bersifat sementara untuk keamanan semata menggunakan hotmix, mengingat musim hujan saat ini masih terus terjadi.
Kendati demikian, sejumlah jalan yang kerusakannya sudah terlalu parah dan tidak bisa dilakukan penambalan hotmix, Junaini tidak menampik jika saat ini sudah ada beberapa ruas jalan yang dibetonisasi, diantaranya di Jalan Abdullah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jalan Gunung Sahari, Jalan Kartini Raya, Jakarta Pusat dan di Jalan Plumpang, Jakarta Utara.
"Kalau dibetonisasi secara otomatis jalan menjadi tinggi dan kuat. Rata-rata lebarnya mencapai 8-16 meter dengan panjang sekira 100-200 meter. Pekerjaanya bertahap perjalur untuk menghindari kepadatan arus," ujarnya.
Secara tekhnis, kata Junaini perbaikan jalan betonisasi minimal memakan waktu selama dua minggu dari mulai pengerukan, pemancangan pondasi, perataan beton hingga pengeringan.
Berdasarkan pantauan, beberapa jalan berlubang di Jalan Panjang Jakarta Barat banyak yang ditutupi konblok.
Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Junaini mengatakan, terdapat sekira 100 titik jalan rusak yang penanganannya harus dibetonisasi.
"Bulan ini sudah kami kerjakan dibeberapa bagian. Anggaran betonisasi 100 titik mencapai Rp 50-100 Miliar," kata Junaini saat dihubungi, Rabu (12/3/2014).
Junaini menjelaskan, pasca hujan yang mengguyur DKI Jakarta beberapa bulan lalu sedikitnya terdapat 10,425 titik yang tersebar di 704 ruas jalan.
Hingga saat ini perbaikannya sudah mencpai 10,227 titik. Namun perbaikan itu bersifat sementara untuk keamanan semata menggunakan hotmix, mengingat musim hujan saat ini masih terus terjadi.
Kendati demikian, sejumlah jalan yang kerusakannya sudah terlalu parah dan tidak bisa dilakukan penambalan hotmix, Junaini tidak menampik jika saat ini sudah ada beberapa ruas jalan yang dibetonisasi, diantaranya di Jalan Abdullah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jalan Gunung Sahari, Jalan Kartini Raya, Jakarta Pusat dan di Jalan Plumpang, Jakarta Utara.
"Kalau dibetonisasi secara otomatis jalan menjadi tinggi dan kuat. Rata-rata lebarnya mencapai 8-16 meter dengan panjang sekira 100-200 meter. Pekerjaanya bertahap perjalur untuk menghindari kepadatan arus," ujarnya.
Secara tekhnis, kata Junaini perbaikan jalan betonisasi minimal memakan waktu selama dua minggu dari mulai pengerukan, pemancangan pondasi, perataan beton hingga pengeringan.
Berdasarkan pantauan, beberapa jalan berlubang di Jalan Panjang Jakarta Barat banyak yang ditutupi konblok.
(ysw)