Basarnas minta pendaki Gunung Merapi waspada
Selasa, 11 Maret 2014 - 13:54 WIB
Basarnas minta pendaki Gunung Merapi waspada
A
A
A
Sindonews.com - Jalur pendakian Gunung Merapi yang berada di Kecamatan Selo, Boyolali, masih dibuka untuk umum. Meskipun Gunung tersebut, menunjukkan aktivitasnya pada Senin 10 Maret 2014 pagi, hingga menyebabkan beberapa daerah hujan abu.
Pejabat Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menyebutkan jalur pendakian Selo sampai saat ini masih aman untuk dilalui. Hal itu disebabkan karena jalur tersebut merupakan jalur yang paling aman dan tidak berada pada aliran air maupun jalur material merapi.
Meskipun demikian, pihaknya tetap meminta warga atau pecinta alam yang akan mendaki gunung tersebut untuk ekstra waspada. Pasalnya aktivitas gunung itu sulit untuk diprediksi. Lanjutnya, jika para pendaki tidak waspada mereka akan terjebak saat gunung tersebut meningkatkan aktivitasnya.
“Yang penting itu kewaspdaan masyarakat atau pecinta alam yang akan mendaki gunung tersebut ditingkatkan, kita belum merekomendasikan penutupan pendakian gunung itu,” ucapnya kepada SINDOnews, Selasa (11/3/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, Senin pagi menunjukkan aktivitas dengan ditandai menyemburnya material pekat setinggi 1,5 kilometer. Selain itu beberapa desa di lereng Merapi juga terkena hujan abu tipis.
Baca:
Merapi 'batuk' berbau mistis, mahluk gaib latihan perang
Surono: Merapi 'batuk' bukan karena gempa Malang
Merapi kembali semburkan asap yang kedua
Gempa Malang sebabkan Gunung Merapi kontraksi
24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
Pejabat Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menyebutkan jalur pendakian Selo sampai saat ini masih aman untuk dilalui. Hal itu disebabkan karena jalur tersebut merupakan jalur yang paling aman dan tidak berada pada aliran air maupun jalur material merapi.
Meskipun demikian, pihaknya tetap meminta warga atau pecinta alam yang akan mendaki gunung tersebut untuk ekstra waspada. Pasalnya aktivitas gunung itu sulit untuk diprediksi. Lanjutnya, jika para pendaki tidak waspada mereka akan terjebak saat gunung tersebut meningkatkan aktivitasnya.
“Yang penting itu kewaspdaan masyarakat atau pecinta alam yang akan mendaki gunung tersebut ditingkatkan, kita belum merekomendasikan penutupan pendakian gunung itu,” ucapnya kepada SINDOnews, Selasa (11/3/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, Senin pagi menunjukkan aktivitas dengan ditandai menyemburnya material pekat setinggi 1,5 kilometer. Selain itu beberapa desa di lereng Merapi juga terkena hujan abu tipis.
Baca:
Merapi 'batuk' berbau mistis, mahluk gaib latihan perang
Surono: Merapi 'batuk' bukan karena gempa Malang
Merapi kembali semburkan asap yang kedua
Gempa Malang sebabkan Gunung Merapi kontraksi
24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
(rsa)