Gunung Merapi kontraksi, Ketua RT & RW pukul kentongan
Senin, 10 Maret 2014 - 15:39 WIB
Gunung Merapi kontraksi, Ketua RT & RW pukul kentongan
A
A
A
Sindonews.com - Hujan abu yang terjadi di lereng Gunung Merapi ternyata membuat panik warga sekitar. Pasalnya, mereka merasa takut jika gunung teraktif di Indonesia itu kembali meletus.
Pemandangan itu nampak di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), pagi tadi. Kejadian itu berlangsung setelah Merapi bergemuruh dan diikuti hujan abu tipis.
Koordinator Radio Komunitas Lintas Merapi, Sukiman, mengatakan, saat terjadi hujan abu, warga di lereng Merapi berusaha keluar rumah untuk melihat kondisi Merapi.
Bahkan, Ketua RT dan Ketua RW mengajak warga untuk keluar rumah melihat peristiwa itu dengan memukul kentongan. "Setiap ada kejadian di Merapi biasanya memang kentongan selalu dibunyikan agar warga keluar rumah," tututnya kepada wartawan, Senin (10/3/2014).
Diketahui, Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali menakutkan warga. Pagi tadi, tercatat gunung teraktif di Indonesia itu mengeluarkan asap sulfatara setinggi kurang lebih 1,5 kilo dari puncaknya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi DIY, Subandrio menyatakan, kemunculan asap itu muncul karena terpengaruh adanya gempa tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) di Malang, Jawa Timur.
"Pasca erupsi Merapi 2010 lalu, perut Merapi banyak gas Co2. Saat ada goncangan dipicu kegempaan magma-magma gas Co2 ini naik ke atas sehingga menimbulkan asap Sulfatara," kata Subandrio.
Baca:
Merapi kembali semburkan asap yang kedua
Gempa Malang sebabkan Gunung Merapi kontraksi
Asap hitam membumbung dari Merapi, warga Klaten panik
Warga di sekitar Gunung Merapi diminta tenang!
Hujan abu di Gunung Merapi, warga berhamburan
Pemandangan itu nampak di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), pagi tadi. Kejadian itu berlangsung setelah Merapi bergemuruh dan diikuti hujan abu tipis.
Koordinator Radio Komunitas Lintas Merapi, Sukiman, mengatakan, saat terjadi hujan abu, warga di lereng Merapi berusaha keluar rumah untuk melihat kondisi Merapi.
Bahkan, Ketua RT dan Ketua RW mengajak warga untuk keluar rumah melihat peristiwa itu dengan memukul kentongan. "Setiap ada kejadian di Merapi biasanya memang kentongan selalu dibunyikan agar warga keluar rumah," tututnya kepada wartawan, Senin (10/3/2014).
Diketahui, Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali menakutkan warga. Pagi tadi, tercatat gunung teraktif di Indonesia itu mengeluarkan asap sulfatara setinggi kurang lebih 1,5 kilo dari puncaknya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi DIY, Subandrio menyatakan, kemunculan asap itu muncul karena terpengaruh adanya gempa tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) di Malang, Jawa Timur.
"Pasca erupsi Merapi 2010 lalu, perut Merapi banyak gas Co2. Saat ada goncangan dipicu kegempaan magma-magma gas Co2 ini naik ke atas sehingga menimbulkan asap Sulfatara," kata Subandrio.
Baca:
Merapi kembali semburkan asap yang kedua
Gempa Malang sebabkan Gunung Merapi kontraksi
Asap hitam membumbung dari Merapi, warga Klaten panik
Warga di sekitar Gunung Merapi diminta tenang!
Hujan abu di Gunung Merapi, warga berhamburan
(rsa)