Belasan pelajar SMKN 3 Yogyakarta kesurupan
Senin, 10 Maret 2014 - 14:23 WIB
Belasan pelajar SMKN 3 Yogyakarta kesurupan
A
A
A
Sindonews.com - Sekitar 18 pelajar di SMK Negeri 3 Kota Yogyakarta, kesurupan massal. Satu persatu para pelajar berteriak histerius saat mengikuti upacara bendera.
Terjadi kepanikan di lingkungan sekolah yang berada di Jetis, Kota Yogyakarta. Mereka dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah, ruang kelas, dan mushala yang ada di lingkungan sekolah, Senin (10/3/2014).
Beberapa siswa melantunkan kalam Illahi. Pihak sekolah langsung memberi kelongaran bagi seluruh siswa untuk pulang. Artinya, tidak ada jam pelajaran hari ini karena situasi yang tidak kondusif.
"Tak ada jam pelajaran hari ini, semua siswa siswi tetap harus belajar di rumah," kata Wiharto, Guru Agama Islam, Senin (10/3/2014).
Dia menyampaikan, peristiwa yang sama juga terjadi pada Sabtu malam, 8 Maret 2014. Saat itu ada 10 pelajar yang kesurupan usai mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tersebut.
"Kemarin juga kita suruh pulang agar tidak terjadi pada siswa lain," bebernya.
Wiharto mengaku belum tau sampai kapan kegiatan sekolah ditiadakan. Kebanyakan siswa yang mengalami kesurupan dari kalangan perempuan.
Terjadi kepanikan di lingkungan sekolah yang berada di Jetis, Kota Yogyakarta. Mereka dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah, ruang kelas, dan mushala yang ada di lingkungan sekolah, Senin (10/3/2014).
Beberapa siswa melantunkan kalam Illahi. Pihak sekolah langsung memberi kelongaran bagi seluruh siswa untuk pulang. Artinya, tidak ada jam pelajaran hari ini karena situasi yang tidak kondusif.
"Tak ada jam pelajaran hari ini, semua siswa siswi tetap harus belajar di rumah," kata Wiharto, Guru Agama Islam, Senin (10/3/2014).
Dia menyampaikan, peristiwa yang sama juga terjadi pada Sabtu malam, 8 Maret 2014. Saat itu ada 10 pelajar yang kesurupan usai mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tersebut.
"Kemarin juga kita suruh pulang agar tidak terjadi pada siswa lain," bebernya.
Wiharto mengaku belum tau sampai kapan kegiatan sekolah ditiadakan. Kebanyakan siswa yang mengalami kesurupan dari kalangan perempuan.
(sms)