Aliran sesat di Garut marak

Minggu, 09 Maret 2014 - 18:47 WIB
Aliran sesat di Garut...
Aliran sesat di Garut marak
A A A
Sindonews.com – Maraknya aliran sesat di Kabupaten Garut membuat sejumlah kalangan ulama resah. Koordinator Bidang Penegakan Syariat Islam Lembaga Pengkajian Penegakan dan Penerapan Syariat Islam (LP3SyI) Garut KH Endang Yusuf Junaedi Lc mengatakan, tingkat penyebaran aliran sesat di Garut sudah semakin mengkhawatirkan.

“Bahkan saya pernah mendengar isu yang menyebutkan bahwa Garut akan dijadikan sebagai daerah pemurtadan. Kalau tidak segera dibenahi, maka kondisi Garut bisa menjadi semakin parah,” kata Endang saat ditemui Minggu (9/3/2014).

Menurut Endang, berbagai aliran sesat yang berkembang di Garut biasanya mengajarkan masyarakat untuk tidak melaksanakan ibadah salat lima waktu dan puasa. Selain itu, dari beberapa aliran sesat yang telah ditangani, sebagian para pemimpinnya mengaku sebagai nabi.

“Garut ke depannya tidak lagi dikenal sebagai kota santri, melainkan kota nabi. Ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Endang meminta agar para ulama di Garut untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan. Sejak 2005 silam hingga kini, LP3SyI setidaknya telah menangani 12 kasus aliran sesat.

“Ke-12 aliran sesat itu baru yang kami ketahui. Mungkin yang tidak kami ketahui masih banyak lagi. Makanya selain peran ulama dan umaro di Garut, kami juga berharap pemerintah ikut serta menangani masalah ini,” ucapnya.

Dalam sejumlah kasus, beberapa aliran sesat di Garut ini di antaranya berkembang di Kecamatan Leles, Karangpawitan, Tarogong Kidul, dan Pasirwangi. Menurutnya, masyarakat yang pernah bergabung ke dalam aliran-aliran sesat itu kini telah taubat.

“Sebagai contoh, di Kecamatan Leles ada aliran yang dipimpin oleh seseorang bernama Abdurohim. Kepada para pengikutnya, dia mengajarkan sejumlah ajaran sesat, termasuk di antaranya merubah setiap kata Muhammad dengan kata Abdurohim. Misalnya dalam kalimat syahadat yang seharusnya berbunyi ‘Asshaduala ilaaha illallah wa Asshaduanna Muhammadurrasulullah’ diganti menjadi ‘Asshaduala ilaaha illallah wa Asshaduana Abdurohimrasulullah’. Jelas ini penyimpangan yang menyesatkan,” paparnya.

Menurutnya, masyarakat Garut yang menjadi pengikut aliran sesat ini biasanya diperngaruhi oleh sejumlah faktor, misalnya kondisi lemahnya ekonomi dan faktor psikis.

“Selain itu ada juga masyarakat yang bergabung karena berpikir ajaran yang disampaikan itu lebih ringan dan menyenangkan. Misalnya diperbolehkan minum arak, berzina, judi, atau lainnya,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
Korban Aliran Sesat...
Korban Aliran Sesat di Kenya Objek Perdagangan Organ?
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
8 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
10 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
11 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
11 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
12 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved