Gelombang Jalan Pantura kian berbahaya

Minggu, 09 Maret 2014 - 18:39 WIB
Gelombang Jalan Pantura...
Gelombang Jalan Pantura kian berbahaya
A A A
Sindonews.com - Melintasi jalan raya Pantura di sepanjang Pasuruan hingga Probolinggo, para pengguna jalan wajib ekstra waspada. Selain budaya kebut-kebutan, ancaman sewaktu-waktu datang ketika melintas di jalan yang lubang dan bergelombang.

Di sejumlah ruas jalan, kondisi jalan yang lubang dan bergelombang masih saja terjadi sepanjang waktu. Meski beberapa kali dilakukan perbaikan, volume kendaraan dan muatan yang berlebih serta buruknya drainase saluran air menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan lingkar selatan hingga kawasan pasar mebel Bukir, Kota Pasuruan, serta Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Probolinggo, yakni di Desa Karang Pranti Kecamatan Pajarakan dan Desa Gending hingga Desa Klaseman Kecamatan Gending.

Ruas jalan yang sempit, diperparah dengan kondisi badan jalan yang lubang dan bergelombang. Kemacetan panjang kerap terjadi manakala bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pedagang dan pembeli di pasar mebel tersebut.

"Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan berunjukrasa karena jalan rusak. Rakyat sudah tertib membayar pajak. Tapi pemerintah saling lempar karena merasa bukan menjadi tanggung jawabnya. Katanya jalan ini jalan propinsi atau pusat, sehingga mereka yang bertanggung jawab memperbaiki," kata Abdul Manaf, warga sekitar Pasar Mebel Bukir, Kota Pasuruan Minggu (9/3/2014).

Aspal jalan yang mengelupas dan membentuk gundukan, tak jarang pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat terpental ketika terperosok pada jalan berlubang dan bergelombang tersebut.

Kecelakaan terakhir dialami bus mini jurusan Mojokerto-Pasuruan yang terbalik diruas jalan Pantura, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Meski tidak merenggut korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang luka-luka berat dan ringan.

Wali Kota Pasuruan, Hasani, dalam kesempatan sebelumnya, meminta kepada Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, untuk segera menindak lanjuti keluhan masyarakat tentang kerusakan jalan.

Menurut Hasani, masyarakat tidak mau tahu tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut, apakah pemerintah kota, propinsi ataukah pusat.

"Masyarakat kalau mengadu ya ke Pemkot Pasuruan. Mereka menuntut jalan segera diperbaiki, tidak peduli jalan itu tanggung jawab siapa. Yang penting jalan raya layak untuk dipergunakan," kata Hasani.
(lns)
Berita Terkait
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Antang Kian Memprihatinkan
Mirip Kubangan Kerbau,...
Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Tani Raya Pringsewu Dikeluhkan Warga
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Jalan Pematangsiantar Menuju Tapanuli Terancam Amblas
Rusak Parah, 8 Titik...
Rusak Parah, 8 Titik Jalan Trans Merauke-Tanah Merah Sebabkan Kemacetan
Usai Digenangi Banjir,...
Usai Digenangi Banjir, Jalan Trans Provinsi di Wajo Rusak Parah
Warga Keluhkan Jalan...
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Lutra yang Rusak Parah
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
1 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
2 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
3 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
3 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
6 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
6 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved