Sebelum dibunuh, Sara bertengkar dengan pelaku
Jum'at, 07 Maret 2014 - 18:21 WIB
Sebelum dibunuh, Sara bertengkar dengan pelaku
A
A
A
Sindonews.com - Sebelum dibunuh, Ade Sara Angelina Suroto mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), sempat bertengkar dengan salah seorang pelaku. Pertengkaran itu, antara Sara dan Assyifa terkait Hafitd.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dari pemeriksaan sementara, korban pergi dari rumah sejak hari Senin 3 Maret, untuk menginap di rumah temannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Sementara, sambungnya, pada hari Selasa 4 Maret, dia langsung kursus Bahasa Jerman di Goethe institute. Selanjutnya, pada pukul 21.00 WIB, Sara janjian untuk bertemu dengan Assyifa di Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
Setelah bertemu dengan Assyifa, kedunya terlibat pembicaraan terkait dengan Hafitd. Ketika itu, pelaku meminta korban untuk bertemu dengan Hafitd yang sudah menjadi kekasihnya. Sekira pukul 21.30 WIB, Hafitd datang dan mereka kemudian masuk ke mobil pelaku.
"Di dalam (mobil), korban sempat bertengkar dengan kedua pelaku, bahkan Sara sempat mencoba keluar dari mobil, tetapi ditahan oleh kedua pelaku," terang Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Pelaku juga sempat berputar-putar, mulai Jakarta Selatan hingga Jakarta Timur. Ketika sampai di Rawamangun, Jakarta Timur, sambungnya, di antara pukul 23.00 WIB, korban pingsan dan langsung disumpal dengan koran dimulutnya hingga tewas.
"Kami belum bisa memastikan jam berapa (Sara tewas), namun sekira pukul 23.00 WIB, korban pingsan dan mulai dimasukkan koran ke dalam mulutnya," tegasnya.
Setelah mengetahui korban tewas, keduanya kemudian berkeliling untuk mencari lokasi pembuangan korban. Selama perjalanan, pelaku juga membuang tas korban, dan alat strum.
Hingga akhirnya mereka menemukan tempat di kawasan Tol Bintara, Bekasi, tepat di dekat jembatan. Keduanya kemudian menggeletakkan jasad Sara di pinggir jalan tol tersebut.
"Jadi pukul 04.00 WIB, korban dibuang di sana oleh kedua pelaku, kemudian Hafitd mengantarkan Assyifa ke rumahnya di kawasan Rawamangun dan Hafitd pulang ke Bekasi," paparnya.
Baca:
Selain Ade Sara, Hafitd sering pukuli Assyifa
Hafitd & Assyifa diancam hukuman mati
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dari pemeriksaan sementara, korban pergi dari rumah sejak hari Senin 3 Maret, untuk menginap di rumah temannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Sementara, sambungnya, pada hari Selasa 4 Maret, dia langsung kursus Bahasa Jerman di Goethe institute. Selanjutnya, pada pukul 21.00 WIB, Sara janjian untuk bertemu dengan Assyifa di Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
Setelah bertemu dengan Assyifa, kedunya terlibat pembicaraan terkait dengan Hafitd. Ketika itu, pelaku meminta korban untuk bertemu dengan Hafitd yang sudah menjadi kekasihnya. Sekira pukul 21.30 WIB, Hafitd datang dan mereka kemudian masuk ke mobil pelaku.
"Di dalam (mobil), korban sempat bertengkar dengan kedua pelaku, bahkan Sara sempat mencoba keluar dari mobil, tetapi ditahan oleh kedua pelaku," terang Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Pelaku juga sempat berputar-putar, mulai Jakarta Selatan hingga Jakarta Timur. Ketika sampai di Rawamangun, Jakarta Timur, sambungnya, di antara pukul 23.00 WIB, korban pingsan dan langsung disumpal dengan koran dimulutnya hingga tewas.
"Kami belum bisa memastikan jam berapa (Sara tewas), namun sekira pukul 23.00 WIB, korban pingsan dan mulai dimasukkan koran ke dalam mulutnya," tegasnya.
Setelah mengetahui korban tewas, keduanya kemudian berkeliling untuk mencari lokasi pembuangan korban. Selama perjalanan, pelaku juga membuang tas korban, dan alat strum.
Hingga akhirnya mereka menemukan tempat di kawasan Tol Bintara, Bekasi, tepat di dekat jembatan. Keduanya kemudian menggeletakkan jasad Sara di pinggir jalan tol tersebut.
"Jadi pukul 04.00 WIB, korban dibuang di sana oleh kedua pelaku, kemudian Hafitd mengantarkan Assyifa ke rumahnya di kawasan Rawamangun dan Hafitd pulang ke Bekasi," paparnya.
Baca:
Selain Ade Sara, Hafitd sering pukuli Assyifa
Hafitd & Assyifa diancam hukuman mati
(mhd)