Banjir lahar Merapi intai warga Kali Woro
Jum'at, 07 Maret 2014 - 16:28 WIB
Banjir lahar Merapi intai warga Kali Woro
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, meminta agar warga di sekitar alur Kali Woro untuk membatasi aktivitas mereka di kawasan kali tersebut. Pasalnya saat ini banjir lahar dingin masih terus mengancam.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyebutkan, iklim yang tidak menentu saat ini masih menciptakan peluang untuk turunnya hujan lebat di Puncak Gunung Merapi.
Menurutnya, kondisi itu sangat berbahaya karena material sisa erupsi yang terjadi Tahun 2010 lalu masih sangat banyak di daerah puncak gunung.
Selain itu kondisi diperparah dengan dipenuhinya beberapa cek dam yang ada di alur kali tersebut oleh material Merapi yang terbawa arus air pada Rabu 5 Maret 2014 lalu. Sehingga jika terjadi hujan lebat, material akan semakin meluap dan ke sisi kali tersebut dan dapat mengancam keselamatan warga.
“Material masih banyak, sehingga kalau ada hujan lebat masih bisa terjadi lahar dingin kembali seperti pada Rabu lalu,” ucapnya.
Sementara itu Camat Kemalang Bambang Haryoko mengatakan, kesadaran masyarkat untuk keselamatan diri sendiri sangatlah rendah. Pasalnya banyak masyarakat yang melakukan penambangan di alur kali yang sangat berbahaya.
Dia mengatakan kondisi itu sangat sulit dirubah karena hal itu sudah naluri masyarakat untuk menambang pasir di kawasan itu dengan kondisi apapun.
“Naluri mereka itu sudah ada sejak lahir, sehingga jika diimbau untuk tidak dekat-dekat dari Kali Woro, itu tidak mungkin,” ucapnya.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyebutkan, iklim yang tidak menentu saat ini masih menciptakan peluang untuk turunnya hujan lebat di Puncak Gunung Merapi.
Menurutnya, kondisi itu sangat berbahaya karena material sisa erupsi yang terjadi Tahun 2010 lalu masih sangat banyak di daerah puncak gunung.
Selain itu kondisi diperparah dengan dipenuhinya beberapa cek dam yang ada di alur kali tersebut oleh material Merapi yang terbawa arus air pada Rabu 5 Maret 2014 lalu. Sehingga jika terjadi hujan lebat, material akan semakin meluap dan ke sisi kali tersebut dan dapat mengancam keselamatan warga.
“Material masih banyak, sehingga kalau ada hujan lebat masih bisa terjadi lahar dingin kembali seperti pada Rabu lalu,” ucapnya.
Sementara itu Camat Kemalang Bambang Haryoko mengatakan, kesadaran masyarkat untuk keselamatan diri sendiri sangatlah rendah. Pasalnya banyak masyarakat yang melakukan penambangan di alur kali yang sangat berbahaya.
Dia mengatakan kondisi itu sangat sulit dirubah karena hal itu sudah naluri masyarakat untuk menambang pasir di kawasan itu dengan kondisi apapun.
“Naluri mereka itu sudah ada sejak lahir, sehingga jika diimbau untuk tidak dekat-dekat dari Kali Woro, itu tidak mungkin,” ucapnya.
(rsa)