Tolak penutupan sekolah, siswa & wali murid datangi balaikota
Jum'at, 07 Maret 2014 - 11:04 WIB
Tolak penutupan sekolah, siswa & wali murid datangi balaikota
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan siswa-siswa dan wali Murid SD Al Ma'ruf, Surabaya mendatangi Balai Kota Surabaya. Mereka menolak penutupan sepihak yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
Sambil membentangkan sejumlah poster siswa dan wali murid sekolah yang berada di Jalan Tenggilis Mejoyo ini longmarch dari lokasi sekolah menuju Gedung DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya. Mereka menuntut untuk bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Para pencari keadilan ini tak peduli meski cuaca Kota Surabaya yang panas. Mereka pun masuk ke pendopo Balai Kota Surabaya.
Hamid Awaludin, salah satu wali murid sekolah tersebut mengatakan, SD Al Ma'ruf sudah berdiri sejak delapan tahun lalu.
Dan pada dua bulan terakhir proses perizinan sekolah tersebut bermasalah. Hingga akhirnya, dilakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
"Hasil pertemuan itu menyatakan untuk Siswa SD kelas VI harus dimerger dengan sekolah lain supaya bisa ikut ujian semester sebentar lagi," kata Hamid di sela-sela aksi, Jumat (7/3/2014). Sedangkan untuk Siswa kelas I hingga Kelas V dapat melanjutkan proses belajar mengajar sembari menunggu proses perizinan selesai.
Hamid mengaku, sebagai wali murid menyepakati hasil pertemuan tersebut. Rupanya, dua minggu yang lalu ada penutupan sepihak dari pihak Pemkot alasannya sekolah ini tidak bisa mendapatkan izinnya.
Aksi ini, katanya adalah bentuk perjuangan elemen-elemen di SD Al Ma'ruf untuk menuntut keadilan.
Karena kondisi inilah, akhirnya dia meragukan kesepakatan untuk merger dengan sekolah lain. Pasalnya, sekolah tujuan merger ini belum ditentukan.
"Belum ada kejelasan harus dimarger dengan sekolah mana dan kuatir bayarnya juga lebih mahal," tukasnya.
Sambil membentangkan sejumlah poster siswa dan wali murid sekolah yang berada di Jalan Tenggilis Mejoyo ini longmarch dari lokasi sekolah menuju Gedung DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya. Mereka menuntut untuk bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Para pencari keadilan ini tak peduli meski cuaca Kota Surabaya yang panas. Mereka pun masuk ke pendopo Balai Kota Surabaya.
Hamid Awaludin, salah satu wali murid sekolah tersebut mengatakan, SD Al Ma'ruf sudah berdiri sejak delapan tahun lalu.
Dan pada dua bulan terakhir proses perizinan sekolah tersebut bermasalah. Hingga akhirnya, dilakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
"Hasil pertemuan itu menyatakan untuk Siswa SD kelas VI harus dimerger dengan sekolah lain supaya bisa ikut ujian semester sebentar lagi," kata Hamid di sela-sela aksi, Jumat (7/3/2014). Sedangkan untuk Siswa kelas I hingga Kelas V dapat melanjutkan proses belajar mengajar sembari menunggu proses perizinan selesai.
Hamid mengaku, sebagai wali murid menyepakati hasil pertemuan tersebut. Rupanya, dua minggu yang lalu ada penutupan sepihak dari pihak Pemkot alasannya sekolah ini tidak bisa mendapatkan izinnya.
Aksi ini, katanya adalah bentuk perjuangan elemen-elemen di SD Al Ma'ruf untuk menuntut keadilan.
Karena kondisi inilah, akhirnya dia meragukan kesepakatan untuk merger dengan sekolah lain. Pasalnya, sekolah tujuan merger ini belum ditentukan.
"Belum ada kejelasan harus dimarger dengan sekolah mana dan kuatir bayarnya juga lebih mahal," tukasnya.
(sms)