Koptu Rio menembak dengan brutal

Rabu, 05 Maret 2014 - 14:40 WIB
Koptu Rio menembak dengan...
Koptu Rio menembak dengan brutal
A A A
Sindonews.com - Ade Kartika (31), saksi sekaligus korban, memberi kesaksian dalam sidang kasus penembakan yang dilakukan Koptu Rio Budhi Wijaya di Pengadilan Militer II-09 Bandung, Rabu (5/3/2014).

Dalam kesaksiannya, ia memaparkan penembakan oleh Tamtama TNI AU ini pada 9 Oktober 2013 dilakukan secara membabi buta dan brutal tanpa alasan yang jelas. Saat itu, Ade dan teman-temannya masing-masing Ele, Tina, dan Mumung baru pulang sekira pukul 04.00 WIB usai karaoke.

Setelah tiba di kos-kosan yang terletak di kawasan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, keempatnya langsung berbaring di kasur. Lalu terdengar suara 'brak' yang entah dari mana sumbernya. "Tapi saat itu kami tidak menghiraukan," ucapnya.

Tak lama berselang terdengar pintu diketuk. Tina yang dalam posisi tiduran beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu. Ternyata yang berada di luar adalah Rio dan istrinya, Siti Jubaidah.

"Siapa yang mengacak-acak kamar saya," ujar Ade menirukan perkataan Rio. Ade yang saat itu belum tidur mengaku menjawab pertanyaan Rio setelah dijawab Tina. "Siapa yang mengacak-acak," katanya.

Rio lalu melepas tembakan ke arah atas. Suara tembakan itu membuat Mumung dan Ele bangun kemudian bertanya ada apa. "Saya lalu nanya apa salah kami sampai lempar tembakan," ungkapnya.

Rio kembali beberapa kali bertanya siapa yang mengacak-acak kamarnya. Tapi pertanyaan Rio tidak dijawab para penghuni kos karena panik. Dua tembakan kemudian dilepaskan Rio ke arah tembok. Sedangkan Siti berusaha menenangkan Rio sambil mengatakan 'sudah pih'.

Peluru hasil tembakan kedua memantul ke pinggang Mumung dan tembakan ketiga memantul ke paha kiri Ade. Ade dan Tina kemudian lari keluar.

Saat keluar dari kamar, Ade sempat melihat ke arah kamarnya. Ia melihat Rio sedang menodongkan pistol ke arah kepala Ele yang dalam posisi terduduk dari jarak sekira 30 centimeter. Satu tembakan dilepaskan.

"Yang saya lihat waktu itu Ele menitikan air mata, langsung berdarah (kepalanya)" cetus Ade. Setelah itu, Ade langsung lari ke rumah ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut. Ade kemudian tidak sadarkan diri dan baru sadar setelah dirawat di RS Immanuel.

Hakim kemudian bertanya adakah tembakan setelah tembakan keempat. "Setelah tembakan keempat ada tembakan lagi. Tapi enggak tahu berapa kali dan arahnya ke mana," jelas Ade.

Baca juga :
Tak ajukan eksepsi, sidang Koptu Rio dilanjut pemeriksaan saksi
Koptu Rio terancam dipecat
(sms)
Berita Terkait
CLBK Diduga Penyebab...
CLBK Diduga Penyebab Oknum TNI Ditembak Anggota Polisi
Ada CLBK Dibalik Insiden...
Ada CLBK Dibalik Insiden Polisi Tembak Istri dan Babinsa TNI di Jeneponto
Polisi Penembak Istri...
Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI Ditetapkan Tersangka
Ini Pengakuan Bripka...
Ini Pengakuan Bripka Her, Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI
Anggota Polisi Tembak...
Anggota Polisi Tembak Istri dan Oknum TNI Selingkuhannya
Polda Sulsel Pastikan...
Polda Sulsel Pastikan Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI Diproses Hukum
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
1 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
2 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
3 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
3 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
6 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved