Korban tewas bentrok di OKI jadi 5 orang
Jum'at, 28 Februari 2014 - 20:47 WIB
Korban tewas bentrok di OKI jadi 5 orang
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas akibat bentrok antarwarga Desa Sungai Ceper dengan warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bertambah menjadi lima orang.
Menurut Camat Sungai Menang (Sei Menang), Bahrul, korban tewas diketahui bernama Ken bin Amir sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya. Mereka merupakan warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang.
"Keduanya tewas akibat luka tembak saat hendak mengevakuasi dua korban sebelumnya, yakni Embun dan Yono,"ungkap Bahrul, Jumat (28/2/2014).
Diperkirakan, kata Bahrul, kedua korban tewas tersebut ditembak dengan senjata api rakitan. Karena Desa Sungai Ceper terkenal sebagai tempat pembuatan senjata api rakitan (senpira).
Sebelumnya senpira tersebut kerap digunakan warga setempat untuk menjaga lahan dan berburu hama babi hutan.
Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat mengatakan, untuk pengamanan di lokasi bentrok, Polres OKI telah menurunkan 30 personel dari satuan Reskrim dibantu 15 personel Polsek Cengal.
Personel ini untuk mem-backup 15 personel dari Polsek Sungai Menang yang telah berada di lokasi sebelumnya. Polres OKI, kata Kapolres juga di-back up pengamanannya oleh personel dari Kodim 0402/OKI.
"Saat ini perkembangan disana masih terus kita monitor, kita berharap kedua kelompok dapat menahan emosinya masing-masing, sementara kasus ini masih kita selidiki," katanya, Jumat (28/2/2014).
Baca juga :
Warga gunakan senpi rakitan dan golok saat bentrok di OKI
Bentrok warga OKI dipicu rebutan pengamanan lahan sawit
Bentrok antarwarga di OKI 3 tewas, 1 sekarat
Menurut Camat Sungai Menang (Sei Menang), Bahrul, korban tewas diketahui bernama Ken bin Amir sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya. Mereka merupakan warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang.
"Keduanya tewas akibat luka tembak saat hendak mengevakuasi dua korban sebelumnya, yakni Embun dan Yono,"ungkap Bahrul, Jumat (28/2/2014).
Diperkirakan, kata Bahrul, kedua korban tewas tersebut ditembak dengan senjata api rakitan. Karena Desa Sungai Ceper terkenal sebagai tempat pembuatan senjata api rakitan (senpira).
Sebelumnya senpira tersebut kerap digunakan warga setempat untuk menjaga lahan dan berburu hama babi hutan.
Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat mengatakan, untuk pengamanan di lokasi bentrok, Polres OKI telah menurunkan 30 personel dari satuan Reskrim dibantu 15 personel Polsek Cengal.
Personel ini untuk mem-backup 15 personel dari Polsek Sungai Menang yang telah berada di lokasi sebelumnya. Polres OKI, kata Kapolres juga di-back up pengamanannya oleh personel dari Kodim 0402/OKI.
"Saat ini perkembangan disana masih terus kita monitor, kita berharap kedua kelompok dapat menahan emosinya masing-masing, sementara kasus ini masih kita selidiki," katanya, Jumat (28/2/2014).
Baca juga :
Warga gunakan senpi rakitan dan golok saat bentrok di OKI
Bentrok warga OKI dipicu rebutan pengamanan lahan sawit
Bentrok antarwarga di OKI 3 tewas, 1 sekarat
(sms)