SBY akan damaikan konflik Keraton Solo

Jum'at, 21 Februari 2014 - 16:35 WIB
SBY akan damaikan konflik...
SBY akan damaikan konflik Keraton Solo
A A A
Sindonews.com - Konflik berkepanjangan di dalam tubuh Keraton Kasunanan Surakarta memaksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Keturunan Paku Buwono (PB) XII, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) mengatakan, pertemuan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Upaya rujuk yang melibatkan SBY sendiri merupakan gagasan Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Nino itu mengaku belum tahu kapan pertemuan itu akan dilakukan. Pihak Keraton sepenuhnya menyerahkan kepada SBY.

"Terserah SBY dimana dan kapan pertemuan tersebut dilakukan. Yang pasti di luar Keraton. Bisa juga di Istana, bisa juga di Cikeas. Terserah beliau," ungkap pria akrab disapa Nino saat diwawancarai, di Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2014).

Menurut Nino, keterlibatan SBY memang harus secepatnya dilakukan. Pasalnya, saat rekonsiliasi antara PB XIII dan Tedjowulan untuk mengakhiri dualisme raja kembar tersebut juga melibatkan pemerintah. Termasuk kesepakatan damai dua raja kembar yang sempat dilakukan di depan Mendagri, Gubenur Jawa Tengah dan Wali Kota Solo.

Apalagi, utusan pemerintah dalam hal ini Wali Kota Solo yang diberi mandat untuk mengakhiri konflik internal di dalam Keraton telah gagal. Sehingga sudah sewajarnya, Raja Solo melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden. Agar Presiden cepat bertindak mengambil keputusan terbaik untuk Keraton Kasunanan.

"Jadi dalam pertemuan itu nanti, Presiden mendengarkan langsung laporan dari PB XIII. Bagaimanapun, keterlibatan negara sangat dibutuhkan. Apalagi utusan negara, dalam hal ini Wali Kota, juga tidak mampu mengakhiri konflik. Sehingga mau tidak mau harus Presiden langsung yang turun tangan," paparnya.

Nino berharap, dengan keterlibatan langsung Presiden, keutuhan Keraton seperti semula bisa terwujud. "Kalau sampai Presiden turun tangan, Keraton tetap saja berkonflik, sangat kebangetan sekali," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
49 menit yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
2 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
3 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
6 jam yang lalu
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved