Pembangunan makam Ki Ageng Abu Muqodhim diprotes

Kamis, 13 Februari 2014 - 17:54 WIB
Pembangunan makam Ki...
Pembangunan makam Ki Ageng Abu Muqodhim diprotes
A A A
Sindonews.com - Ratusan warga Desa Gempolseweu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal menolak keras pembangunan makam Ki Ageng Abu Muqodhim.

Makam yang dibangun di halaman Masjid At Taqwa desa setempat dinilai
bodong, dan mengada-ada.

Penolakan pembangunan makam tersebut sudah dilakukan beberapa kali. Namun, karena terjadi pro-kontra di kalangan warga maka masalah itu tak kunjung selesai.

Kepala Desa Gempolsewu sendiri mendukung pembangunan makam tersebut tetap dilakukan. Buntutnya, ratusan warga kembali menolak dengan mendatangi kantor kecamatan setempat.

Untuk mengantisipasi aksi anarkis, pihak kecamatan kemudian melakukan mediasi antara warga yang menolak dan mendukung pembangunan makam tersebut.

Mediasi dihadiri perwakilan warga yang menolak, Heri Mardiyanto (Kepala Desa Gempolseweu), AKP I Wayan Suprapta (Kapolsek Rowosari), perwakilan takmir masjid, serta M Fatoni (Camat Rowosari).

Warga tetap berpendapat makam Ki Ageng Abu Muqodhim yang ada di halaman masjid bodong. Pasalnya warga tidak pernah melihat ada tanda-tanda makam di halaman tersebut sejak puluhan tahun silam.

Perwakilan warga, Supriyadi mengatakan, pembangunan makam Ki Ageng Abu Muqodhim tidak masuk akal. Sebab selama ini, di lokasi pembangunan tidak ada tanda-tanda bekas makam. Untuk itu, pihaknya meminta agar dibuktikan secara empiris adanya makam tersebut.

"Kami meyakini di situ (lokasi pembangunan makam) tidak ada. Makam tersebut bodong, la kok sekarang tiba-tiba dibangun makam," katanya, dalam mediasi, Kamis (13/2/2014).

Pihaknya juga meminta, jika memang pembangunan itu tetap dilakukan supaya dibuktikan secara rasional. Selain itu, pembangunan makam supaya dilakukan di luar area masjid setempat.

"Tidak hanya dibuktikan melalui hal-hal yang ghoib saja. Kalau perlu dibongkar lebih dulu untuk meyakinkan warga," papar dia.

Ditambahkannya, penolakan warga tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika pembangunan makam terus dilakukan dikhawatirkan akan mengundang perilaku syirik.

"La wong belum tahu secara pasti makam itu benar atau tidak, nanti kan bisa berbahaya. Penolakan ini tidak main-main, kami sudah mengumpulkan tanda tangan dengan jumlah yang sangat banyak," ungkapnya.

Kepala Desa Gempolsewu, Heri Mardiyanto mengatakan, pendirian makam tersebut sudah melalui persetujuan ulama besar. Takmir masjid sendiri meyakini jika di halaman masjid pernah ada makam Ki Ageng Abu Muqodhim namun tidak pernah dirawat.

"Hasil konsultasi dengan sejumlah ulama ada makam di sekitar masjid. Memang awalnya tidak terlihat karena tidak pernah terawat," ujar Heri.

Camat Rowosari M Fatoni mengatakan, kedua pihak seharusnya menghormati kepercayaan masing-masing. Terpenting, pro-kontra terkait pembangunan makam jangan sampai mengakibatkan kondisi desa tidak kondusif. "Jangan sampai berseteru. Saling menjaga supaya tetap kondusif," harapnya.

Diketahui, pembangunan makam Ki Ageng Abu Muqodhim kali pertama dimulai pada akhir 2013 menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kendal senilai Rp46 juta. Makam tersebut saat ini sudah 100 persen jadi, dengan bangunan seperti
pendapa terbuka.
(lns)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
58 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Abu Ubaidah: 720 Kendaraan...
Abu Ubaidah: 720 Kendaraan Tempur Zionis Dihancurkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved