Usai FPI, bedah buku Tan Malaka dibubarkan PP

Kamis, 13 Februari 2014 - 16:52 WIB
Usai FPI, bedah buku...
Usai FPI, bedah buku Tan Malaka dibubarkan PP
A A A
Sindonews.com - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Semarang melarang diadakannya bedah buku "Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 4", di Gerobak Art Histeria, Jalan Stonen 29, Semarang, pada Senin 17 Februari 2014.

Larangan itu disampaikan melalui surat bernomor 93/MPC.PP/SMG/014, pada Rabu 12 Februari 2014, kepada Kepala Polrestabes Semarang. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Joko Santoso dan Sekretaris Moch Imron ini, dijelaskan perihal keberatan pelaksanaan bedah buku Tan Malaka di Kota Semarang.

Berikut isi surat itu:

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Bedah Buku Tan Malaka "Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 4" dengan pembicara Harry Poeze oleh salah satu Lembaga Masyarakat di Kota Semarang, pada Senin 17 Februari 2014, jam 19.30 WIB, di Gerobak Art Histeria, Jalan Stonen 29 Semarang. Bersama ini kami sampaikan kepada bapak bahwa MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang keberatan atas rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut dan mohon kiranya kegiatan tersebut tidak mendapatkan ijin dari Polrestabes Kota Semarang, karena akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di Kota Semarang.

Menanggapi hal itu, Kelana Siwi Kristyaningtyas, Caretaker Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia (SeBUMI) Jawa Tengah mengecam pelarangan itu.

"Saya atas nama Lembaga Sastra Rakyat (Lestra), jelas mengutuk setiap upaya-upaya pemberangusan terhadap kebebasan berpikir, berpendapat, dan berekspresi sebagaimana dalam surat itu," ujar Kelana Siwi Kristyaningtyas kepada Sindonews, Kamis (13/2/2014).

Menurutnya, MPC PP Kota Semarang telah melakukan upaya-upaya sebagaimana Orde Baru dan berlawanan dengan Pancasila. Karena, langkah itu dinilai sebagai bentuk pelarangan terhadap kebebasan berpikir, berpendapat, dan berkreativitas.

"Ini baru menimpa Histeria, bisa saja nantinya menimpa aku, kamu, dan dia. Maka, jangan pada diam, ayo ramai-ramai ke acara bedah bukunya Tan Malaka di Histeria. Bersama-sama kita selamatkan acara ini," tukasnya.

Sebelumnya, salah satu Ormas Islam di Surabaya juga melarang bedah buku "Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 4", di Perpustakaan & Kolabtiv C20, Jalan Dr. Cipto 20, Surabaya, tepatnya di jalan kecil seberang bekas Konjen Amerika.

Bahkan, acara itu tidak jadi digelar dan Harry A Poeze, selaku penulis dan pengisi utama materi bedah buku harus diamankan untuk mencegah tindakan anarkis massa.

Baca juga:
Bedah buku Tan Malaka dibubarkan massa
(sms)
Berita Terkait
Sekprov Sulsel Dorong...
Sekprov Sulsel Dorong Pelibatan LSM dan Ormas Kebut Vaksinasi Covid-19
Gabungan Ormas Bekasi...
Gabungan Ormas Bekasi Minta LSM Jaga Kondusifitas Iklim Investasi
Temui Perwakilan Ormas...
Temui Perwakilan Ormas dan LSM, DPRD Kendal Siap Tuntaskan Agenda Reformasi Birokrasi
Buntut Demo Anarkis...
Buntut Demo Anarkis di Mapolda Jabar, Ketua Umum GMBI Jadi Tersangka
Mencekam, Ini Penampakan...
Mencekam, Ini Penampakan usai Bentrok Massa GMBI dengan Koalisi LSM Karawang
7 Orang Terduga Pelaku...
7 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan Anggota GMBI dan Perusakan Mobil di Karawang Ditangkap
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
39 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved