MUI tuding pemerintah 'lembek' soal miras

Senin, 06 Januari 2014 - 11:22 WIB
MUI tuding pemerintah...
MUI tuding pemerintah 'lembek' soal miras
A A A
Sindonews.com - Banyaknya korban jiwa akibat menenggak minuman keras oplosan dinilai sebagai dampak tak adanya kepastian hukum terkait peredaran.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Yunus mengatakan, sejak dicabutnya Peraturan Presiden (Perpres) nomer 3 Tahun 1973 tentang Tata Niaga Miras, tidak ada aturan pengganti lainnya.

"Banyak beberapa aturan di daerah seperti Perda tidak berlaku karena bertentangan dengan aturan di atasnya," kata Yunus saat dihubungi, Senin (6/1/2013).

MUI dari pusat hingga daerah sudah lama menggaungkan untuk pelarangan miras. Rupanya, upaya tersebut tidak didukung dengan aturan baku yang kuat dalam dalam hal ini undang-undang. Kata Yunus, miras adalah sumber dari segala kejahatan. Selain itu, beredarnya miras oplosan juga berdampak kepada masyarakat.

Beberapa waktu lalu di Surabaya yang menelan korban 11 Orang. Pada saat yang sama di Gresik juga ada tiga orang. Baru-baru ini di Mojokerto menelan korban 15 Orang.

"Seharusnya ada pelarangan. Tidak perlu toleransi kadar alkohol. Selama ini yang diperbolehkan adalah kadar 0-5 persen boleh diperjualbelikan. Harusnya, berapapun kadar alkoholnya ya tetap dilarang," ujar Yunus.

Ia mencontohkan, di Cirebon pernah membuat Perda terkiat pelarangan miras hingga kadar nol persen. Hal itu tentu penyikapan dari kondisi wilayah setempat. Rupanya, Perda tersebut kandas di Kementrian Dalam Negeri karena bertentangan dengan aturan hukum yang ada. Sehingga, Perda tersebut urung dilaksanakan.

"Nah sekarang persoalannya di pusat. Mau enggak membuat aturan baku terkait pelarangan miras. MUI memang sudah lama menggaungkan itu tapi tidak ada respon," tandasnya.

Yunus juga berharap kepada aparat penegak hukum untuk terus melakukan razia miras oplosan. "Mari kita jaga generasi kita. Kalau tidak siapa lagi. Sayangkan, banyak yang mati sia-sia gara-gara miras itu," pungkasnya.

Baca:
Korban oplosan di Mojokerto menjadi 15 orang tewas
(rsa)
Berita Terkait
Miras Oplosan Tewaskan...
Miras Oplosan Tewaskan Sembilan Orang di Jepara
Polisi Dalami Kasus...
Polisi Dalami Kasus Miras Oplosan yang Tewaskan Pemuda di Makassar
Awas! Miras Oplosan...
Awas! Miras Oplosan Picu Kematian dan Risiko Kebutaan
Miras Merk Internasional...
Miras Merk Internasional Ini Ternyata Racikan Pria Asal Karanganyar
Pabrik Miras Produksi...
Pabrik Miras Produksi Ribuan Liter Digerebek Polisi di Sebuah Kebun
Bukan Hand Sanitizer,...
Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
21 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
38 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
46 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved