Lagi, polisi temukan orok di rumah dukun aborsi

Kamis, 19 Desember 2013 - 19:36 WIB
Lagi, polisi temukan...
Lagi, polisi temukan orok di rumah dukun aborsi
A A A
Sindonews.com - Penggalian kuburan orok bayi di rumah dukun aborsi Senenten alias Mbok Yam (65) membuahkan hasil. Petugas Polres Probolinggo Kota, berhasil menemukan sebungkus orok yang ditanam di depan kamar mandi tukang pijat tradisional asal Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Temuan ini menambah jumlah barang bukti yang sebelumnya 22 bungkus janin, menjadi 23 bungkusan. Jumlah ini dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat keahlian menggugurkan kandungan perempuan hamil ini cukup lama.

"Kami menemukan kembali bungkusan berisi janin. Sampai saat ini sudah 23 bungkusan janin yang ditemukan," kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Agus Supriyanto, kepada wartawan, Kamis (19/12/2013).

Dalam pemeriksaan terhadap dua tersangka, yakni Mbok Yam dan asistennya Mbok Ho alias Sulastri, penyidik belum memperoleh keterangan secara menyeluruh. Karena usia yang sudah lanjut, kondisi kesehatan fisiknya juga masih labil akibat penyakit diabetes yang dideritanya.

"Pemeriksaan untuk sementara dihentikan, karena tensi darahnya naik. Pemeriksaan lanjutan masih menunggu kondisi kesehatannya membaik," tambahnya.

Waka Polres Probolinggo Kota Kompol Mustofa menambahkan, temuan bungkusan janin tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai jumlah janin yang digugurkan dari kandungan perempuan. Untuk memastikan janin tersebut, akan dikonstruksikan petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya.

"Bukti-bukti orok masih harus dikonstruksikan lebih dulu. Setiap bungkusan yang ditemukan, belum tentu berwujud satu janin. Ini perlu pemeriksaan lebih lanjut," tandas Kompol Mustofa.

Menurutnya, saat ini Tim Labfor tengah melakukan pemeriksaan terhadap temuan bungkusan janin yang diduga hasil pengguguran kandung Ss (14), warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Bukti orok yang dikirim ke RS Bhayangkara, Porong, tersebut akan dicocokan golongan darahnya dengan korban gagal aborsi yang memilih pulang paksa dari perawatan ICU RSUD dr Saleh Kota Probolinggo.

"Tes golongan darah ini untuk membuktikan apakah temuan janin di rumah tersangka ada kecocokan dengan korban. Bukti ini akan semakin menguatkan perbuatan yang dilakukan tersangka," kata Kompol Mustofa.

Sementara itu, pada pemeriksaan Sidin, ayah korban mengakui jika dia mengantar anaknya ke rumah tersangka untuk dipijat. Namun dia tidak mengetahui jika tukang pijat yang dituju adalah dukun aborsi kandungan.

Dia justru mengetahui anaknya sedang hamil, setelah mengalami pendarahan dan harus dirawat di RSUD Tongas, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr Saleh.

"Ayah korban mengakui ikut mengantar ke rumah tersangka untuk dipijat. Setelah dirawat di RSUD, dia memilih memulangkan paksa anaknya, karena merasa tidak mampu membayar biaya perawatan," sambung Kasat Reskrim AKP Agus Supriyanto.
(san)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Aborsi Ilegal di Klinik...
Aborsi Ilegal di Klinik Pandeglang, Sudah Lebih 100 Janin Digugurkan
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi
Terkuak, Kuburan Janin...
Terkuak, Kuburan Janin Bayi yang Ditemukan Warga Bukan Korban Aborsi
Cegah Aborsi Ilegal,...
Cegah Aborsi Ilegal, Akademisi: Kesehatan Reproduksi Harus Diajarkan Sejak Dini
Berita Terkini
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
23 menit yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
1 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
2 jam yang lalu
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved