Cegah gratifikasi, penghulu Depok teken pakta integritas

Selasa, 17 Desember 2013 - 20:11 WIB
Cegah gratifikasi, penghulu...
Cegah gratifikasi, penghulu Depok teken pakta integritas
A A A
Sindonews.com - Menyusul gejolak dugaan gratifikasi yang marak di sejumlah daerah bagi penghulu, membuat Kementerian Agama (Kemenag) Depok turun tangan. Para penghulu saat ini diminta melaporkan segala macam hadiah dan amplop kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Kemenag Depok A Chalik Mawardi menuturkan, pihaknya menggelar penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen dan upaya pembenahan secara internal.

"Saya juga minta kepada penghulu agar tetap kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang tak diinginkan. Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu atau di luar jam kerja tetap melayani masyarakat," ujarnya seusai penandatanganan Pakta Integritas di Kantor Wilayah Kemenag Depok, Selasa (17/12/2013).

Penandatanganan pakta integritas dilakukan oleh enam Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), seluruh penghulu dan penyuluh. Menanggapi polemik pemberian hadiah kepada penghulu di luar jam kerja, kata dia, tetap berpegang kepada aturan.

Terlebih lagi, lanjut Chalik, saat ini regulasinya sedang dalam proses pembahasan. Menurutnya, dalam pernikahan dilakukan di kantor dan boleh atas dasar kesepakatan mempelai dengan penghulu.

"Perlu kita tegaskan, sebenarnya tak ada pungutan. Masyarakat sendiri yang memberi. Selama belum ada kebijakan baru, kita tetap berpegang pada aturan. Sekali lagi ditegaskan, pelayanan dilakukan seperti biasa dan agar tak terganggu. Jangan sampai ada aksi berlebihan," paparnya.

Sementara itu, Kasie Bimas Islam Kemenag Depok Supriyanto mengaku, tetap berpegang pada PMA NO. 11 pasal 21 ayat 1. Yaitu pernikahan dilaksanakan dibalai nikah dan atas permintaan calon pengantin dengan persetujuan penghulu.

Sedangkan, terkait pelayanan berlangsung seperti biasa dengan berpedoman pada PP Nomor 47 tahun 2004 yaitu biaya pencatatan nikah sebesar Rp30 ribu.

"Sementara, permasalahannya adalah apakah pemberian untuk PNS dihari libur gratifikasi atau tidak. Sementara ini, regulasi sedang digodok. Seyogyanya, semua itu dibiayai negara. Masa menunggu ini masih dilematis," tutupnya.

Baca berita terkait:
Biaya nikah di penghulu hanya Rp30 ribu
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
6 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
6 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
6 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
7 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
9 jam yang lalu
Infografis
AS Gunakan Segala Cara...
AS Gunakan Segala Cara Cegah Pengakuan Internasional atas Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved