Dapat lampu hijau dari KAI, wali kota cek langsung
Senin, 09 Desember 2013 - 15:43 WIB
Dapat lampu hijau dari KAI, wali kota cek langsung
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyambut baik respon dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajukan permohonan untuk pembelian kereta rel listrik (KRL).
Kendati begitu, Pemkot Depok nampaknya tak begitu saja percaya dengan kabar tersebut. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengaku akan megecak kabar tersebut langsung kepada Dirut PT KAI Ignatius Jonan.
"Kalau memang kami diminta tulis surat permohonan, saya mau ketemu Mas Jonan dulu, karena dulu yang menyatakan enggak boleh beli Mas Jonan, jadi sekarang pernyataan dari KAI siapa yang bicara, saya nanti akan ketemu, saya klarifikasi dulu," katanya di Balai Kota Depok, Senin (9/12/2013).
Nur Mahmudi menambahkan setelah diizinkan, pihaknya tentu akan mempelajari pola kerjasama tersebut.
"Kalau sekarang ada tawaran mengiyakan tentu saya pelajari," paparnya.
Nur Mahmudi menambahkan selama diizinkan dan pola kerjasamanya bagus, serta menguntungkan dari sisi APBD, pembelian KRL tersebut akan direalisasikan. Sebab selama ini ada 40 ribu lebih warga Depok yang menggunakan kereta untuk menuju kantor di Jakarta.
"Kalau fair dan menguntungkan dari segi APBD maupun warga Depok, kami akan senantiasa dengan senang hati membeli itu karena bisa meningkatkan transportasi warga Jakarta. Minimal beli satu rangkaian, paling tidak dua lah," tutupnya.
Kendati begitu, Pemkot Depok nampaknya tak begitu saja percaya dengan kabar tersebut. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengaku akan megecak kabar tersebut langsung kepada Dirut PT KAI Ignatius Jonan.
"Kalau memang kami diminta tulis surat permohonan, saya mau ketemu Mas Jonan dulu, karena dulu yang menyatakan enggak boleh beli Mas Jonan, jadi sekarang pernyataan dari KAI siapa yang bicara, saya nanti akan ketemu, saya klarifikasi dulu," katanya di Balai Kota Depok, Senin (9/12/2013).
Nur Mahmudi menambahkan setelah diizinkan, pihaknya tentu akan mempelajari pola kerjasama tersebut.
"Kalau sekarang ada tawaran mengiyakan tentu saya pelajari," paparnya.
Nur Mahmudi menambahkan selama diizinkan dan pola kerjasamanya bagus, serta menguntungkan dari sisi APBD, pembelian KRL tersebut akan direalisasikan. Sebab selama ini ada 40 ribu lebih warga Depok yang menggunakan kereta untuk menuju kantor di Jakarta.
"Kalau fair dan menguntungkan dari segi APBD maupun warga Depok, kami akan senantiasa dengan senang hati membeli itu karena bisa meningkatkan transportasi warga Jakarta. Minimal beli satu rangkaian, paling tidak dua lah," tutupnya.
(ysw)