Tahan ratusan ijazah, Stikes ICME monopoli pendidikan

Rabu, 04 Desember 2013 - 19:56 WIB
Tahan ratusan ijazah,...
Tahan ratusan ijazah, Stikes ICME monopoli pendidikan
A A A
Sindonews.com - Ratusan ijazah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Insan Cendikia Medika (ICME) ditahan pihak kampus. Ijazah para alumni itu ditahan lantaran para mahasiswa tidak mau melanjutkan ke program studi profesi di kampus tersebut lantaran tidak punya biaya.

Bingung ijazahnya ditahan pihak kampus, ke tiga orang mahasiswa asal Madura ini menggelar aksi unjuk rasa di kampusnya. Mereka menuntut ijazahnya dibagikan, untuk dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.

Para mahasiswa ini mengaku bingung, kenapa ijazahnya ditahan pihak kampus. Padahal, mereka sudah melunasi seluruh biaya pendidikan dan tidak punya tanggungan satu rupiahpun.

Usut punya usut, ternyata alasan penahanan ijazah ini dilatar belakangi oleh aturan sepihak yang ditetapkan kampus yang mewajibkan seluruh mahasiswa yang sudah lulus menempuh program studi profesi hanya di kampus ini, dan tidak boleh di kampus lain.

Sementara para mahasiswa menolak melanjutkan studi ke program profesi, karena kasihan orang tua mereka sudah tidak punya biaya lagi. Apalagi, biaya masuk dan melanjutkan program studi profesi ini tidak sedikit, mencapai Rp12 juta.

Tak hanya itu saja, masuk program studi profesi, menurut mahasiswa, seharusnya bisa dilakukan di kampus manapun, dan itu adalah hak pribadi para mahasiswa sendiri. Tetapi, yang terjadi pihak kampus memaksanya. Bahkan, jika mahasiswa tidak mampu dan tidak punya biaya.

Selain ke tiga mahasiswa yang menggelar aksi, sebenarnya masih ada ratusan mahasiswa lain. Namun sayang, mereka tidak berani ikut aksi, karena kampus selalu mengintimidasi dan menakut-nakuti mereka dengan berbagai macam cara.

Karena ijazahnya ditahan, akibatnya ratusan lulusan kampus tersebut kebingungan mencari pekerjaan dan menganggur setelah lulus.

Terkait kasus ini, pihak kampus ICME menolak memberikan komentar. Mereka mengusir para wartawan yang hendak melakukan konfirmasi. Tidak hanya itu, mereka bahkan melecehkan wartawan yang melakukan peliputan dan mengatainya dengan sebutan jorok (taek) hingga nyaris terjadi keributan fisik.

Pelecehan petugas keamanan kampus Stikes ICME terhadap wartawan sudah seringkali terjadi dan tidak pernah ada upaya serius dari pejabat kampus untuk memperbaiki kinerja bawahannya.

Baca juga: Satpam kampus sebut wartawan t**
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 menit yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
1 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
3 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved