Kronologi bentrokan warga vs PTPN XIV Takalar

Selasa, 03 Desember 2013 - 05:53 WIB
Kronologi bentrokan...
Kronologi bentrokan warga vs PTPN XIV Takalar
A A A
Sindonews.com - Bentrok antara warga Serikat Tani Polongbangkeng (STP) dengan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Pabrik Gula Kabupaten Takalar pecah, Senin (2/12/2013), sekira pukul 09.00 Wita.

Dalam insiden itu, seorang warga, Yunus Daeng Ngempo, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka di bagian kaki sebelah kiri setelah terkena timah panas aparat kepolisian.

Menurut Sekjend Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Iwan Nurdin, bentrokan tersebut berawal saat karyawan PTPN XIV hendak melakukan penanaman tebu di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi yang berada di areal Pabrik Gula Takalar di Dusun Bulubumbung, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara.

"Penanaman itu ditolak warga karena mereka menilai tanah tersebut masih dalam sengketa. Dan memang mereka beralasan, pasalnya belum ada putusan dari pengadilan terkait sengketa lahan tersebut," jelas Iwan kepada SINDOnews, Selasa (3/12/2013).

Saat itu, dikatakannya, suasana tegang menyelimuti kedua kubu. Namun, penanaman tebu PTPN XIV dikawal ketat aparat kepolisian. Kedua kubu pun terlibat cek-cok mulut hingga berujung pada bentrok.

Kedua kubu nampak terlibat aksi saling serang dengan menggunakan batu dan benda apapun yang bisa dilempar. Aparat dari kepolisian Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulsel yang bertugas pun kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk melerai.

Namun aksi polisi itu kemudian disambut lemparan batu oleh warga, hingga akhirnya aparat melepaskan tembakan ke arah warga.

"Satu warga Yunus Daeng Ngempo, terkena tembakan petugas kepolisian sebanyak empat kali di bagian kaki sebelah kiri," jelas Iwan.

Perkelahian mereda, setelah Kepala Polres Takalar, AKBP Darwis Rincing, turun ke lokasi melerai dan menenangkan kedua kelompok. Di depan warga, Darwis, berjanji akan menfasilitasi warga bertemu dengan pihak PTPN XIV dan pemerintah setempat untuk menyelesaikan masalah mengenai sengketa lahan ini.
(rsa)
Berita Terkait
Antropolog Forensik...
Antropolog Forensik Sebut Identifikasi Korban Pembantaian Ras Tulsa 1921 Ada Kemajuan
Kamerun Akui Militer...
Kamerun Akui Militer Lakukan Pembantaian Warga Sipil
Warga Bosnia Kenang...
Warga Bosnia Kenang 25 Tahun Pembantaian Srebrenica
Kisah Tragedi Pembantaian...
Kisah Tragedi Pembantaian PKI di Solo dan Banjir Besar
Ratusan Lumba-lumba...
Ratusan Lumba-lumba Dibantai dengan Tombak, Ubah Teluk Faroe Jadi Merah Darah
Bocah Korban Pembantaian...
Bocah Korban Pembantaian Ayahnya di Perumahan Jatijajar Dimakamkan
Berita Terkini
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
1 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
1 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
3 jam yang lalu
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
4 jam yang lalu
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
14 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved