Maaf, kami tidak buka praktik sehari

Rabu, 27 November 2013 - 16:47 WIB
Maaf, kami tidak buka...
Maaf, kami tidak buka praktik sehari
A A A
Sindonews.com - Sehari tanpa pelayanan medis, ternyata begitu menyakitkan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan perawatan dokter. Keluarga pasien yang mengantarkan berobat, juga menjadi sewot dan uring-uringan.

Jika keterlambatan kehadiran dokter di poli klinik yang menjadi alasannya, pasien masih bisa memakluminya, karena sudah menjadi hal yang lumrah. Namun kali, pasien dibuat kecewa karena para tenaga medis itu tengah menggelar aksi solidaritas yang menimpa rekan sejawatnya atas tuduhan malapraktik.

Seperti dialami Makruf (43) warga Raci, Kabupaten Pasuruan. Dia yang tengah menjalani perawatan akibat penyakit tumor harus menelan kekecewaan ketika berobat di RSUD Bangil. Loket pelayanan di poli klinik tersebut ternyata sengaja ditutup khusus untuk hari ini.

"Loketnya tutup. Kami disuruh pulang dan kembali lagi besok," kata Makruf yang ditemui disela unjuk rasa puluhan dokter di halaman RSUD Bangil, Rabu (27/11/2013).

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan dr Syaiful Anam mengungkapkan, gerakan sehari tanpa dokter ini merupakan bentuk solidaritas akan nasib dr Dewa Ayu Sasiawan, rekan sejawat mereka di Menado yang di tahan karena tuduhan malpraktik.

Selain membebas tugaskan para dokter di rumah sakit, tempat-tempat praktik dokter pribadi juga meliburkan diri selama sehari. "Hari ini adalah gerakan sehari tanpa dokter. Kami mohon maaf, hari ini tidak praktek. Kami minta pasien yang akan berobat untuk kembali lagi besok," terang dr Syaiful Anam.

Pada aksi paramedis yang menuntut pembebasan rekan sejawatnya tersebut, juga menjadi ajang untuk menumpahkan uneg-uneg para dokter. Sejumlah perwakilan dokter menyatakan kekawatirannya jika tindak kriminalisasi ini terus berlanjut, akan berdampak pada tingginya angka kematian pasien.

Karena paramedis ini akan memilih dan menolak melakukan tindakan operasi terhadap pasien yang memasuki masa kritis. "Dokter akan menjadi takut untuk melakukan operasi pada pasien yang kritis. Kalau sudah begini, angka kematian akan semakin tinggi," kata dr Arif Junaidi dokter senior di RSUD Bangil.

Baca juga: Tidak ada dokter, RS tolak 2 pasien DBD
(san)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
2 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
5 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
6 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved