Dolly tidak bisa ditutup dalam semalam

Selasa, 19 November 2013 - 13:08 WIB
Dolly tidak bisa ditutup...
Dolly tidak bisa ditutup dalam semalam
A A A
Sindonews.com - Penutupan lokalisasi Dolly, di Surabaya, menuai sejumlah reaksi bukan hanya dari kalangan masyarakat awam. Tetapi juga dari kalangan budayawan.

Di antaranya datang dari seniman multitalenta Sudjiwo Tedjo. Menurut Presiden Jancukers ini, penutupan lokalisasi Dolly tidak bisa diseleseikan dalam satu malam, karena persoalan di lokalisasi itu sangat kompleks.

"Melihat pelacuran, banyak persoalan yang kompleks. Karena setiap orang pasti punya sudut pandang yang berbeda," kata Mbah Tedjo (sapaan akrab Sudjiwo Tedjo) sebelum acara Konser Jancukers Maha Cinta Rahwana di JX International, Surabaya, Selasa (19/11/2013).

Dia mencontohkan, dari sudut pandang postif, jika lokalisasi itu ditutup maka akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga. Misalnya, mencegah terjadi perselingkuhan. Namun dengan adanya lokalisasi ini, kehidupan rumah tangga menjadi terkontrol.

Kemudian, dari sudut pandang religi, pendidikan anak-anak di sekitar. Karena banyaknya argumentasi itulah, tidak bisa diputuskan dalam semalam penutupan lokalisasi Dolly.

"Tapi yang kita tahu bahwa pelacuran adalah profesi tertua di dunia," kata penulis buku Dalang Galau Nge-twit ini.

Menurut Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan, penutupan Dolly tergantung masyarakat Surabaya. Karena persoalan akan rumit dan juga menyangkut kehidupan orang banyak, terutama di sekitar lokalisasi.

Namun bukan menyangku kehidupan moral orang banyak juga. Apalagi lokalisasi Dolly sudah ada sejak lama. "Aku yakin Wali Kota Surabaya yang sudah bertahun-tahun di sini juga belum bisa memutuskan dalam semalam. Apalagi aku yang ada di sekitar Surabaya," katanya.

Nah, persoalannya sekarang adalah bagaimana menyeleseikan persoalan Dolly. "Sekarang adalah bagaimana sikap kita menyelesaikan Dolly dengan kejujuran atau dengan kemunafikkan," terangnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, persoalan pelacuran ini memang sangat kompleks. Tidak hanya ada di lokalisasi, bahkan pertujukkan wayang juga ada pelacuran.

Belum lagi dalam pertemuan kenegaraan, Olimpiade, Piala Dunia, dan lain-lain. "Dalam acara-acara itu pasti ada pelacur yang sengaja diimport," tambahnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
3 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
4 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
4 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
5 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved