Lagi, 2 korban OD miras tewas
Senin, 18 November 2013 - 18:53 WIB
Lagi, 2 korban OD miras tewas
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas overdosis (OD) akibat pesta minuman keras (miras) di Kabupaten Tulungagung bertambah.
Nyawa dua orang, yakni Indro alias Ateng (38) dan Supriyanto alias jumprit (39) warga Kelurahan Kampungdalem, melayang.
Sebelumnya, miras oplosan yang ditenggak enam orang tersebut lebih dulu menewaskan Samsul (35) yang juga warga Kelurahan Kampungdalem.
"Benar hari ini (18/11) dua korban meninggal dunia. Sebelum meninggal keduanya sempat dirawat di rumah sakit dr Iskak Tulungagung," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Lahuri kepada wartawan, Senin (18/11/2013).
Sebelum tewas, seluruh korban memperlihatkan ciri klinis sebagaimana korban OD.
Selain muntah, pada mulut mereka juga membusa. Korban Samsul ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamarnya pada Minggu (17/11).
"Kita masih terus mendalami pada jenis minuman yang dikonsumsi para korban, " terang Lahuri.
Informasi yang dihimpun, pesta digelar di warung "I Love Full" yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal korban.
Miras yang informasinya berjenis ciu oplosan itu mulai ditenggak secara bergantian Jumat (15/11) pagi sekitar pukul 11.00 Wib.
Pesta yang berlangsung maraton itu selesai pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 Wib.
"Kita masih mencari tiga peserta miras yang informasinya selamat, "jelasnya.
Data yang dikantongi polisi, tiga orang selamat masing-masing bernama Rendi, warga Kelurahan Kampungdalem. Kemudian Masto, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru dan Cipto, warga Kelurahan Kampungdalem.
Dalam kasus ini polisi juga memburu Reni (41) warga Kelurahan Bago yang informasinya sebagai pengoplos miras. "Semua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini akan kita periksa, " pungkas Lahuri.
Sementara menurut keterangan saksi Santoso (35) warga setempat yang saat peristiwa terjadi berada di lokasi, yang mula-mula menenggak minuman adalah korban Jemprit dan Rendi.
Keduanya minum bersama mulai pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB. "Kemudian setelah itu datang yang lain, dan pesta dilakukan enam orang, " tuturnya.
Santoso mengaku masih sempat berjumpa dengan korban tewas Samsul yang bekerja sebagai sales. Ia juga bertemu dengan korban tewas Indro alias Ateng yang muntah cairan bening.
"Karenanya saya tidak menyangka jika keduanya meninggal dunia, " ujarnya.
Nyawa dua orang, yakni Indro alias Ateng (38) dan Supriyanto alias jumprit (39) warga Kelurahan Kampungdalem, melayang.
Sebelumnya, miras oplosan yang ditenggak enam orang tersebut lebih dulu menewaskan Samsul (35) yang juga warga Kelurahan Kampungdalem.
"Benar hari ini (18/11) dua korban meninggal dunia. Sebelum meninggal keduanya sempat dirawat di rumah sakit dr Iskak Tulungagung," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Lahuri kepada wartawan, Senin (18/11/2013).
Sebelum tewas, seluruh korban memperlihatkan ciri klinis sebagaimana korban OD.
Selain muntah, pada mulut mereka juga membusa. Korban Samsul ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamarnya pada Minggu (17/11).
"Kita masih terus mendalami pada jenis minuman yang dikonsumsi para korban, " terang Lahuri.
Informasi yang dihimpun, pesta digelar di warung "I Love Full" yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal korban.
Miras yang informasinya berjenis ciu oplosan itu mulai ditenggak secara bergantian Jumat (15/11) pagi sekitar pukul 11.00 Wib.
Pesta yang berlangsung maraton itu selesai pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 Wib.
"Kita masih mencari tiga peserta miras yang informasinya selamat, "jelasnya.
Data yang dikantongi polisi, tiga orang selamat masing-masing bernama Rendi, warga Kelurahan Kampungdalem. Kemudian Masto, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru dan Cipto, warga Kelurahan Kampungdalem.
Dalam kasus ini polisi juga memburu Reni (41) warga Kelurahan Bago yang informasinya sebagai pengoplos miras. "Semua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini akan kita periksa, " pungkas Lahuri.
Sementara menurut keterangan saksi Santoso (35) warga setempat yang saat peristiwa terjadi berada di lokasi, yang mula-mula menenggak minuman adalah korban Jemprit dan Rendi.
Keduanya minum bersama mulai pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB. "Kemudian setelah itu datang yang lain, dan pesta dilakukan enam orang, " tuturnya.
Santoso mengaku masih sempat berjumpa dengan korban tewas Samsul yang bekerja sebagai sales. Ia juga bertemu dengan korban tewas Indro alias Ateng yang muntah cairan bening.
"Karenanya saya tidak menyangka jika keduanya meninggal dunia, " ujarnya.
(lns)