125.801 DPT di Kalimantan Timur bermasalah

Jum'at, 15 November 2013 - 12:48 WIB
125.801 DPT di Kalimantan...
125.801 DPT di Kalimantan Timur bermasalah
A A A
Sindonews.com - Dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur (Kaltim) menemukan banyak data invalid. Tercatat, ada 125.801 Nomor Induk Kependudukan (NIK) invalid ditemukan dalam DPT Kaltim.

NIK invalid banyak ditemukan di daerah pedalaman, dan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Sementara untuk kawasan perkotaan, NIK invalid ditemukan dari data penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Masalah NIK invalid banyak ditemukan di Kabupaten Kutai Barat dan kawasan Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.

“Daerah seperti Kabupaten Malinau dan Nunukan, masyarakatnya masih ada yang menggunakan KTP kuning atau KTP seumur hidup dan belum melakukan perekaman E-KTP. Meski namanya masuk dalam DPT, namun NIK tetap invalid lantaran tidak sesuai digit,” kata komisioner KPU Kaltim Baequni, kepada wartawan, Kamis (14/11/2013).

Selain itu, Kalimantan Utara seperti Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung, banyak dihuni TKI asal Malaysia. Dengan alasan geografis, mereka enggan melakukan perekaman E-KTP.

“Mereka mengatakan, kalau untuk melakukan perekaman e-KTP di kecamatan atau kabupaten mereka harus menempuh jarak yang jauh,” katanya.

Dia menambahkan, bukan hanya persoalan TKI dan KTP saja yang mempengaruhi NIK invalid, masalah lain adalah banyaknya pekerja pendatang di perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan sawit .

Para pekerja ini, tidak mau mengurus pendataan NIK. Bahkan di beberapa Kabupaten lain seperti Paser, ada sekelompok penduduk asli yang berfikir nomaden.

“Ini masalah bagi KPU Kabupaten dan kota. Tapi hampir di semua tempat menghadapi masalah yang sama. Ada yang tidak punya KTP, transmigran, hingga persoalan kelompok nomaden. Bahkan, beberapa orang ada yang mengaku malas mengurusi KTP, tapi mendaftarkan diri dalam DPT,” katanya.

Sementara di kawasan perkotaan, data kependudukan invalid dipengaruhi oleh penghuni lapas dan rutan. Tercatat 40 persen persoalan NIK invalid berasal dari warga binaan rutan dan lapas.

Di Samarinda misalnya, persoalan data NIK invalid hanya ditemukan di dua lapas dan satu rutan. Sedangkan untuk persoalan KTP, kawasan perkotaan tidak mendapat masalah.
(san)
Berita Terkait
Perindo Pakai Logo Baru...
Perindo Pakai Logo Baru Hadapi Pemilihan Legislatif 2024
PUAN Dukung Keterwakilan...
PUAN Dukung Keterwakilan Perempuan di Pemilihan Legislatif 2024
Target Menang Pemilihan...
Target Menang Pemilihan Legislatif, PKS Pangkep Gaet Kaum Muda
PKS Sulsel Target 147...
PKS Sulsel Target 147 Kursi di Pemilihan Legislatif 2024
Laporan Kecurangan Pemilu...
Laporan Kecurangan Pemilu Dihentikan Bawaslu, Lydia Fransisca Tempuh Jalur Lain
Pencoretan Nama Irman...
Pencoretan Nama Irman Gusman dari Daftar Caleg Dinilai Langgar Asas Hukum
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
3 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
3 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved