Sebulan, keamanan MK sita 10 pistol dari pengunjung Sidang
Kamis, 14 November 2013 - 19:46 WIB
Sebulan, keamanan MK sita 10 pistol dari pengunjung Sidang
A
A
A
Sindonews.com - Kericuhan yang terjadi dalam sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Maluku hari ini, membuat Mahkamah Konstitusi (MK) segera melakukan evaluasi sistem keamanan.
"Keamanan sudah langsung kita evaluasi. Ke depan semua tamu tanpa kecuali harus pakai name tag dan KTP-nya dijadikan jaminan," kata Hakim MK, Patrialis Akbar di Gedung MK, Kamis (14/11/2013).
Patrialis menyebutkan, sistem pengamanan MK sudah seharusnya lebih diperketat karena banyaknya pengunjung yang kedapatan membawa senjata api saat dilakukan pemeriksaan di luar.
"Setiap bulan minimal ada sepuluh senjata disita petugas kita. Bukan cuma senjata biasa tapi pistol, setiap bulan ada sepuluh pistol. Itu laporan dari Sekjen," ujarnya.
Ia melanjutkan, selain memperketat sistem pengamanan di pintu masuk, MK juga akan mengubah prosedur tetap (protap) terkait kewenangan aparat polisi berjaga di dalam ruang sidang.
Baca juga: Ricuh, polisi salahkan MK
"Keamanan sudah langsung kita evaluasi. Ke depan semua tamu tanpa kecuali harus pakai name tag dan KTP-nya dijadikan jaminan," kata Hakim MK, Patrialis Akbar di Gedung MK, Kamis (14/11/2013).
Patrialis menyebutkan, sistem pengamanan MK sudah seharusnya lebih diperketat karena banyaknya pengunjung yang kedapatan membawa senjata api saat dilakukan pemeriksaan di luar.
"Setiap bulan minimal ada sepuluh senjata disita petugas kita. Bukan cuma senjata biasa tapi pistol, setiap bulan ada sepuluh pistol. Itu laporan dari Sekjen," ujarnya.
Ia melanjutkan, selain memperketat sistem pengamanan di pintu masuk, MK juga akan mengubah prosedur tetap (protap) terkait kewenangan aparat polisi berjaga di dalam ruang sidang.
Baca juga: Ricuh, polisi salahkan MK
(ysw)