Polda bidik otak intelektual bentrok Luwu

Kamis, 14 November 2013 - 14:39 WIB
Polda bidik otak intelektual...
Polda bidik otak intelektual bentrok Luwu
A A A
Sindonews.com - Setelah menetapkan sembilan orang tersangka, aparat kepolisian kini membidik otak intelektual di balik kasus bentrokan di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Identitas penggerak massa yang berunjuk rasa mendesak Pemekaran Luwu Tengah (Luteng) tersebut, juga sudah dikantongi penyidik kepolisian.

"Yang jelas, otak intelektualnya sedang diburu. Sudah kita tahu identitasnya, dan kita pastikan juga nantinya orang ini sebagai tersangka," kata Kapolda Sulselbar Irjen Pol Burhanuddin Andi, kepada wartawan, Kamis (14/11/2013).

Menurut Burhanuddin, unjuk rasa yang memblokade jalur Trans-Sulawesi selama dua hari, murni untuk menuntut dimekarkannya Kabupaten Luteng. Dia berdalih, tidak ada motif lain selain desakan pemekaran wilayah dari ratusan warga setempat.

Kapolda menekankan, pengamanan yang ditempuh kepolisian dalam membubarkan massa yang anarkis, sudah sesuai dengan protap yang berlaku. Bahkan, pengamanan yang diambil oleh personel Brimob, Polres Luwu, serta Palopo, mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

Meski pun menewaskan satu orang warga, namun asal usul timah panas tersebut belum bisa dipastikan dari arah petugas kepolisian.

"Kita sangat yakin polisi saat itu hanya dibekali peluru karet. Apalagi lokasi penembakan jauh dari TKP aksi unjuk rasa, nanti setelah kena tembak baru dibawa ke polsek," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Kombes Pol Endi Sutendi menambahkan, kasus tertembaknya Chandra, hingga kini masih diselidiki penyidik kepolisian.

Menurut Endi, arah peluru tersebut belum diketahui dari arah petugas atau warga. Pasalnya, dalam insiden bentrokan itu, banyak juga diantara pengunjuk rasa yang dilengkapi senjata api rakitan jenis papporo.

Dari situasi terakhir di Luwu, kata mantan Kapolda Bengkulu ini, dipastikan sudah normal kembali, serta tak ada lagi penutupan jalur Trans-Sulawesi.

"Tadi pagi (kemarin), saya pimpin langsung apel di sana. Situasi terakhir sangat kondusif, dan masyarakat juga sudah memulai aktifitas seperti biasa," jelasnya saat ditemui di Mako Brimob Polda Sulselbar.
(san)
Berita Terkait
Bupati Yaatulo Bicara...
Bupati Yaatulo Bicara Potensi Kabupaten Nias Jadi Provinsi Kepulauan
Pemekaran Papua Bentuk...
Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Sulut: Pemekaran...
Gubernur Sulut: Pemekaran Bukan untuk Memisahkan Wilayah, tapi Mendekatkan Pelayanan Publik
DPR Sahkan Usulan 3...
DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
Waketum PKN Dukung Pemekaran...
Waketum PKN Dukung Pemekaran Provinsi Maluku
Usai Penetapan 3 Provinsi...
Usai Penetapan 3 Provinsi Baru, Papua Aman dan Kondusif
Berita Terkini
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
1 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
4 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
6 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
7 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
7 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved