Dewan Pengawas TMR usulkan satu hari libur

Selasa, 12 November 2013 - 19:57 WIB
Dewan Pengawas TMR usulkan...
Dewan Pengawas TMR usulkan satu hari libur
A A A
Sindonews.com - Dewan Pengawas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mengusulkan hari libur satu hari dalam seminggu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Usulan tersebut diusung berdasarkan kesepakatan dalam dialog publik yang digelar TMR bersama Gubernur DKI Joko Widodo, Selasa 8 Oktober 2013.

Ketua Dewan Pengawasan TMR Hasyim Djojohadikusumo mengatakan, usulan penutupan TMR satu kali dalam seminggu itu bertujuan mensejahterakan satwa di kebun binatang sekaligus meningkatkan layanan publik sesuai dengan kesepakatan dalam dialog publik bulan lalu.

"Hal-hal yang menjadi perhatian di antaranya menyangkut pakan satwa, pengaturan hari libur bagi satwa dan mengendalikan polutan suara agar tidak mengganggu satwa," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Hasyim melanjutkan, dengan semangat itu, pihaknya menugaskan pengelola TMR agar memproses kesepakatan dialog publik dengan menentukan hari libur bagi satwa pada hari Senin setiap minggunya. Kebijakan penutupan hari libur sehari dalam seminggu itu akan memberikan kesempatan bagi satwa beristirahat.

"Menurut hemat saya apabila nanti ada kebijakan penutupan satu hari dalam seminggu akan memberikan kesempatan bagi satwa untuk beristirahat," ujarnya.

Lebih dari itu, sambung Hasyim, dengan ditutupnya TMR sehari dalam seminggu akan memberikan kesempatan bagi pengelola melakukan seluruh aktifitas pemeliharaan dan pelatihan sumberdaya perbaikan yang berdampak pada meingkatnya kualitas layanan publik.

"Secara bertahap semua akan dilakukan sehingga satwa di TMR ini lebih sejahtera dan sehat di habitat yang sehat," ucapnya.

Dia menambahkan, selain ingin memberikan hari libur bagi satwa, pihaknya juga ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas dokter hewan dan perawat satwa, strategi manajemen perawatan dan kesehatan satwa. Terlebih, kesejahteraan satwa merupakan suatu persyaratan bagi pengelola TMR yang telah diterima secara internasional.

"Apabila TMR ingin dikembangkan menjadi sebuah taman margasatwa yang bertaraf internasional, tak ada pilihan lain selain harus berusaha memenuhi persyaratan yang diakui secara internasional," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Taman Margasatwa Ragunan...
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pedagang Masih Sepi Pembeli
Kembali Dibuka, Taman...
Kembali Dibuka, Taman Margasatwa Ragunan Dipastikan Dalam Kondisi Steril
17 Ribu Pengunjung Serbu...
17 Ribu Pengunjung Serbu Taman Margasatwa Ragunan
Ada Night Zoo, Ragunan...
Ada Night Zoo, Ragunan Bakal Dipadati 60.000 Pengunjung di H+7 Lebaran
Taman Margasatwa Ragunan...
Taman Margasatwa Ragunan Sore Ini Semakin Dipadati Pengunjung
Hari Ini Ragunan Uji...
Hari Ini Ragunan Uji Operasional hingga Malam, Pengelola Pastikan Tak Ganggu Satwa
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
20 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved