Antisipasi keris palsu, Dewan Kurator Museum dihadirkan

Rabu, 13 November 2013 - 00:01 WIB
Antisipasi keris palsu,...
Antisipasi keris palsu, Dewan Kurator Museum dihadirkan
A A A
Sindonews.com - Pembentukan Dewan Kurator Museum Keris, Solo, Jawa Tengah dipersiapkan untuk menyeleksi benda-benda yang diusulkan jadi koleksi. Diperlukan kajian oleh praktisi di bidangnya agar menjauhkan koleksi museum dari praktik pemalsuan keris, tombak dan senjata adat lainnya.

“Jangan sampai ada benda tidak layak yang dipajang di Museum Keris. Hanya kurator yang mengerti komponen keris,” kata Penasihat Komunitas Keris Boworoso Tosan Aji Surakarta (Brotosuro), Joko Suryono, Selasa (12/11/2013).

Pria yang menjabat Kaprodi D4 Keris dan Senjata Adat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini menjelaskan, aspek edukasi diutamakan saat memutuskan untuk memajang benda di museum.

Di antaranya teknik pengerjaan keris, zaman pembuatan, dan keunikan bentuk.

Wakil Ketua Brotosuro Agus Triatmojo menambahkan, komunitasnya menawarkan koleksi pribadi berupa senjata adat untuk dipajang di Museum Keris. Brotosuro akan menyerahkan senjata adatnya ke Pemkot Solo secara cuma-cuma.

“Ini (hibah keris) sebagai wujud partisipasi kami, karena pemkot sudah menyediakan Museum Keris. Tentang penyerahan keris ke pemkot sudah dibicarakan secara internal dan saya rasa tidak ada alasan (bagi empu dan kolektor) untuk menolaknya,” kata dia.

Menurutnya, penyerahan koleksi pribadi adalah bagian dari komitmen komunitas dalam memberikan edukasi ke masyarakat perihal warisan budaya dunia berupa keris. Tak hanya itu, komunitasnya menawarkan diri sebagai narasumber perkerisan sekaligus bersedia memberikan pelatihan membuat senjata adat di Museum Keris.

“Di bekas RS Mangunjayan di kompleks Museum Keris akan dibuat besalen. Yaitu tempat workshop pembuatan keris. Banyak empu keris anggota kami yang bersedia bergabung dalam Dewan Kurator Museum Keris,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, hibah senjata adat dari komunitas menjadi opsi paling menguntungkan. Sebab, pemkot tak perlu menganggarkan dana pembelian keris dari para kolektornya yang rata-rata bernilai tinggi di pasaran.

“Ada ratusan anggota yang masing-masing memiliki puluhan bilah keris. Dewan Kurator akan menyeleksi tentang kepatutannya dipajang di museum,” jelasnya.

Pembangunan Museum Keris pada tahun ini dibiayai Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan senilai Rp10 miliar. Untuk merealisasikan bangunan tersebut secara utuh, diperkirakan butuh dana total Rp22 miliar.
(lns)
Berita Terkait
3 Kisah Menarik dari...
3 Kisah Menarik dari Tombak Kyai Pleret, Pusaka Legendaris Para Raja Jawa Kuno
3 Pedang Bersejarah...
3 Pedang Bersejarah Sakti Mandraguna, Ada yang Seharga Rp27 Miliar
4 Pusaka Soeharto yang...
4 Pusaka Soeharto yang Dipercaya Mempunyai Kesaktian
Ritual Pencucian Benda...
Ritual Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Talaga Manggung di Majalengka
Dikritik Tidak Terurus,...
Dikritik Tidak Terurus, Benda-benda Pusaka Keraton Kasepuhan Dibersihkan
6 Nisan Kuno di Pasar...
6 Nisan Kuno di Pasar 16 Ilir Hebohkan Warga, Diduga Dari Kesultanan Palembang
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
9 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved