Mantan pejuang pertempuran 10 November hidup menderita

Minggu, 10 November 2013 - 11:02 WIB
Mantan pejuang pertempuran...
Mantan pejuang pertempuran 10 November hidup menderita
A A A
Sindonews.com - Tidak semua mantan pejuang kemerdekaan bisa hidup secara layak dan berkecukupan. Di Nganjuk, Jawa Timur, seorang veteran Pertempuran 10 November 1945 hidup renta, bekerja sebagai penjual bunga untuk menyambung hidup.

Nasib mengenaskan itu menimpa Tarmidi (81) warga Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dia merupakan mantan pasukan inti dari Batalyon 131 Surabaya.

Di rumahnya yang sangat sederhana, dia harus merawat istrinya yang menderita stroke. Uang pensiun yang dia dapat dari pemerintah senilai Rp1,1 juta setiap bulannya, tidak pernah mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini.

Selain harus rutin meriksakan dan membelikan obat hingga ratusan ribu rupiah perbulannya untuk sang istri, Tarmidi juga harus memperbaiki rumahnya yang nyaris roboh. Namun, untuk yang pertamalah uangnya banyak dihabiskan.

Baginya, berjuang menyambung hidup sehari-sehari, dan mengusahakan kesembuhan sang istri yang utama. Sedang ketakutan tinggal di dalam rumah reot sudah tidak dipikirkannya lagi.

Sejak 68 tahun yang lalu, dia biasa hidup di bawah ketakutan akan kembali dijajah. Tepatnya setelah proklamasi 17 Agustus 1945, dia mulai bergabung dengan pasukan inti Batalyon 131 Surabaya atau yang sekarang berganti nama menjadi Rider 500.

Dalam kesatuan itu, Tarmidi aktif bertempur melawan agresi pasukan sekutu mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Kediri hingga Trenggalek. Setelah Tentara Republik Indonesia (TRI) berganti nama menjadi TNI, Tarmidi sebenarnya ingin kembali bergabung di dalamnya.

Namun, karena saat itu akan ditempatkan di luar Jawa, dia akhirnya memilih kembali ke masyarakat menjadi warga biasa. Pertaruhan nyawa dan jerih payah Tarmidi bersama pejuang lainnya tidak sia-sia. Karena pasukan sekutu akhirnya hengkang dan mengakui kemerdekaan Indonesia.

Namun kini, saat jutaan warga negeri ini sudah bisa hidup layak dan berkecukupan, Tarmidi sendiri yang masih harus berjuang mempertahankan hidupnya dan hidup istrinya yang sedang terbaring lemah tanpa perawatan medis di rumahnya.

Meski begitu, pahlawan yang terlupakan ini mengaku ikhlas dengan perjuangan yang sudah dilakukannya. Dia mengaku, dengan berjualan bunga dirinya bisa memiliki uang lebih.

Namun begitu, dia berharap kelak bisa membawa istrinya pergi berobat ke rumah sakit dan memperbaiki rumahnya. Dia berharap, rintihannya dapat didengar.
(san)
Berita Terkait
Peringatan Hari Pahlawan...
Peringatan Hari Pahlawan di Bulukumba Digelar Sederhana
Peringatan Hari Pahlawan...
Peringatan Hari Pahlawan di Aceh Besar Khidmat
Peringatan Hari Pahlawan...
Peringatan Hari Pahlawan dI Tengah Pandemi Covid-19
Peringatan Hari Pahlawan...
Peringatan Hari Pahlawan di Parepare, Begini Pesan Wali Kota
Pimpin Upacara Peringatan...
Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Ini Pesan Gubernur Sulsel
Daftar Nama 6 Tokoh...
Daftar Nama 6 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
52 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved