Penemuan potongan kaki diduga korban mutilasi

Rabu, 30 Oktober 2013 - 11:01 WIB
Penemuan potongan kaki...
Penemuan potongan kaki diduga korban mutilasi
A A A
Sindonews.com – Tim forensik Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah menyimpulkan potongan kaki kanan manusia yang ditemukan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (22/10) lalu, putus dari badannya karena disayat.

Hal itu berdasarkan pemeriksaan forensik yang sudah dilakukan. Tim tidak menemukan indikasi potongan tubuh itu terputus karena kecelakaan.

Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan potongan maupun organ tubuh lain yang diduga bagian dari kaki kanan itu.

"Melihat lukanya, itu terputus karena sayatan. Dipotong. Kalau korban kecelakaan saya rasa tidak, karena mestinya utuh. Bisa ditemukan yang lain. Kalau ini kan cuma satu potongan saja di sana," ungkapnya saat ditemui KORAN SINDO di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (30/10) pagi.

Saat disinggung apakah potongan kaki itu merupakan korban pembunuhan dan dimutilasi, Musyafak tidak membantah.

"Arah ke sana (mutilasi pembunuhan) enggak salah. Itu kisaran tiga sampai satu tahun yang lalu, melihat kondisi fisik potongan tubuh itu," lanjutnya.

Pihak Dokkes mengimbau agar masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor polisi.

"Potongan kaki itu masih di RS Bhayangkara. Kami masih buka posko (ante mortem). Jika sudah ada yang melapor dan identik, akan kami lakukan tes DNA," tandasnya.

Seperti diketahui, potongan kaki kanan manusia yang ditemukan dalam selokan di Jalan Diponegoro, Kabupaten Semarang pada Selasa (22/10) sore.

Potongan kaki itu kali pertama ditemukan siswa kelas IX SMP Islam Ungaran, Giri Leksana (15), di selokan bercampur sampah.

Kaki itu potongan pangkal paha hingga telapak kaki. Penemuan itu berawal dari bau menyengat di sekitar selokan.
(lns)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
12 menit yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
1 jam yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
1 jam yang lalu
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
1 jam yang lalu
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
3 jam yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
3 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved